Ahsanul Bayan: Mengingkari Kebid'ahan (Lanjutan) l Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
249 Dilihat
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَنَّ هَـٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٥٣﴾
“Sesungguhnya ini adalah jalanku yang lurus, maka ikutilah dia. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lainnya niscaya kalian akan berpecah-belah dari jalanNya.Yang demikian itu Allah Subhanahu wa Ta’ala wasiatkan kalian dengannya, mudah-mudahan kalian bertakwa.” (QS. Al-An’am[6]: 153)

APA YANG DIMAKSUD DENGAN ASH-SHIRATH AL-MUSTAQIM?

Yang dimaksud dengan Ash-Shiratul Mustaqim (صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا) adalah jalan yang lurus yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan untuk mengikutinya, yakni jalannya Allah. Dia adalah jalan yang dilalui oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para Sahabatnya.

Kemudian Apa yang dimaksud dengan Ash-Shubul (السُّبُلَ) yang Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang kita mengikuti jalan-jalan tersebut? Ash-Shubul, jalan-jalan yang kita dilarang untuk menapakinya adalah jalannya Ahlul Bid‘ah dan jalannya Ahlul Ahwa.

Pada setiap jalan dari jalan-jalan mereka, ada setan yang menyeru manusia kepada jalan tersebut. Ini merupakan dalil, dimana kita harus menapaki jalannya Rasul kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para Sahabatnya. Kemudian kita tidak boleh mengikuti jalan-jalan selain jalan yang lurus ini.
Kemudian dalil berikutnya disurat Ali-Imron ayat 106 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ …
“Pada hari dimana wajah-wajah itu putih bercahaya dan ada juga wajah-wajah yang hitam…” (QS. Ali-Imran[3]: 105)

Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhu menafsirkan tentang wajah-wajah yang dimaksud didalam ayat ini. Wajahnya siapa yang putih dan bercahaya dan wajahnya siapa yang gelap? Beliau berkatan bahwa wajah-wajah yang putih bercahaya adalah wajah-wajahnya Ahlussunnah wal Jama’ah dan wajah-wajahnya ‘ulama. Adapun wajah-wajah yang gelap, yang hitam, maka mereka adalah wajah-wajahnya Ahli bid’ah.

DALIL DARI SUNNAH

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat perkara baru dalam urusan kami yang tidak termasuk darinya maka dia tertolak.” (HR. Muslim)

Juga dalam hadits yang lain:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa mengamalkan suaru perkara yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak.” (HR. Muslim)

Apabila Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkhutbah, maka matanya merah, suaranya tinggi dan sangat marah. Seakan-akan beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberi peringatan kepada pasukan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Seburuk-buruk perkara adalah perkara yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim)
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi
Label
kajian islam, rodjatv, radio rodja, kajian salaf, dakwah tauhid, manhaj salaf, ceramah singkat, ceramah agama islam, dakwah islam, sunnah, manhaj salafceramah agama islam

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar