Ahsanul Bayan: Sifat Malu #1l Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
20 Dilihat
Apa itu malu?
Al-Zamakhshari berkata bahwa malu adalah perubahan dihati dan perasaan seseorang ketika ia takut dicela atau takut ketahuan aibnnya.

Al-Raghib berkata bahwa malu itu artinya ketidaksukaan jiwa kita dari perbuatan yang sifatnya jelek.

Ketika kita tidak mau melakukan sesuatu yang sifatnya buruk, itu berarti kita punya rasa malu.

Sebagian ulama memberikan definisi malu. Yaitu akhlak yang membangkitkan kekuatan kepada pelakunya untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan sesuatu yang tidak baik.

Dan dalam Islam, rasa malu itu mempunyai keutamaan yang banyak. Diantaranya:

Pertama, rasa malu itu salah satu perangai keimanan. Dalam hadits Nabi mengatakan:

وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ
“Rasa malu cabang dari keimanan.”

Hal ini menunjukkan bahwa malu bersifat wajib. Sebab seseorang apabila kehilangan rasa malu, menyebabkan hilang salah satu cabang keimanan. Apabila cabang imannya hilang, berarti mengakibatkan imannya tidak sempurna. Maka sesuatu yang menghilangkan kesempurnaan iman itu biasanya hukumnya wajib.

Malu merupakan akhlak yang sangat dianjurkan oleh Islam. Dalam hadits yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah dari hadits Anas, Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا، وَخُلُقُ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ
“Setiap agama mempunyai ciri khas akhlak dan ciri khas akhlak Islam itu rasa malu.” (HR. Ibnu Majah)

Jadi rasa malu adalah akhlak Islam. Artinya setiap orang yang mengaku dirinya Muslim, harus terlihat ciri khasnya, dia pemalu. Malu untuk melakukan hal-hal yang buruk, malu disaat ia meninggalkan kebaikan.

Allah mensifati diri-Nya sebagai pemalu. Diantara sifat Allah adalah Al-Hayyiyu (Yang Maha Pemalu). Disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Tirmidzi dan Baihaqi, dari Salman Al-Farizi bahwa Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ الرَّجُلُ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا خَائِبَتَيْنِ
“Sesungguhnya Allah Maha Hidup dan Maha Mulia, Dia merasa malu apabila seseorang mengangkat kedua tangannya kepadaNya dan kembali dalam keadaan kosong tidak membawa hasil.” (HR. Tirmidzi & Baihaqi)

Allah malu untuk tidak mengabulkan hamba-Nya yang menengadahkan kedua tangannya kepada Allah meminta.
selamat menyimak semoga bermanfaat.
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi
Label
kajian islam, dakwah tauhid, manhaj salaf, ceramah agama islam, kajian sunnah, dakwah tauhi isla, dakwah sunnah, dakwah islam

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

  • abu qilabah Banned
    Ditambahkan

    jajakallahu khair...