Arbain An Nawawi: Hadits Ke-1 l Ustadz Anas Burhanudin, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
64 Dilihat
Hadits Arbain Ke 1 – Innamal A’malu Binniyat merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Al-Arba’in An-Nawawiyah (الأربعون النووية) atau kitab Hadits Arbain Nawawi Karya Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala. Kajian ini disampaikan pada 15 Muharram 1440 H / 25 September 2018 M.

Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala mengatakan, dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya seseorang hanya mendapatkan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini termasuk dalam jajaran hadits paling shahih yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadits ini diriwayatkan dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu.

AMALAN TERGANTUNG PADA NIATNYA

Suatu amalan menjadi sah secara syar’i dan juga akan mendapatkan pahala jika diniatkan dengan niat yang benar. Niat adalah sebuah amalan hati yang fungsinya membedakan antara ibadah yang satu dengan yang lain. Juga membedakan antara ibadah dengan adat kebiasaan biasa.

Kita mengetahui ada mandi yang terkadang dilakukan hanya sekedar untuk membersihkan diri atau mendinginkan badan. Tapi ada juga mandi yang fungsinya sebagai ibadah. Yaitu untuk mengangkat hadas besar atau juga untuk mengagungkan syiar Allah subhanahu wa ta’ala seperti mandi untuk shalat jum’at.

Kita mengetahui juga bahwa terkadang satu ibadah dengan ibadah yang lain memiliki bentuk yang sama. Misalnya sama-sama shalat empat rakaat. Tentu ini perlu dibedakan apakah kita ingin melakukan shalat dzuhur atau shalat ashar. Contoh yang lain ketika kita ingin melaksanakan shalat dua rakaat di pagi hari. Kita harus membedakan apakah kita niatkan untuk shalat qabliyah subuh atau untuk shalat subuh yang wajib?

Inilah fungsi niat. Yaitu yang pertama untuk membedakan, sedangkan fungsi yang kedua adalah menuntukan untuk siapa ibadah yang kita lakukan. Apakah kita menjalankan shalat karena Allah atau untuk selain Allah? Misalnya agar dipuji oleh orang-orang disekitar kita atau untuk keduanya sekaligus. Disinilah pentingnya niat. Kita harus mengatur siapa yang kita harapkan? Untuk siapa kita beramal? Imam Ahmad pernah ditanya tentang bagaimana kita berniat sebelum beribadah, beliau mengatakan, “Tata hatimu sebelum engkau beramal bahwa engkau tidak melakukan ibadah atau amalan ini kecuali karena Allah azza wa jalla.”

SETIAP ORANG HANYA MENDAPATKAN YANG DIA NIATKAN

Kalau dalam shalatnya seseorang meniatkan untuk shalat qabliyah subuh, maka shalat dua rakaat yang dilakukan adalah shalat qabliyah subuh. Artinya kewajiban shalat subuh hari itu belum dia lakukan. Berarti dia wajib untuk bangun dan shalat dua rakaat lagi dengan niat shalat subuh. Begitu juga kalau seseorang shalat empat rakaat dengan niat shalat ashar, maka yang dia dapatkan adalah pahala shalat ashar.
selamat menyimak semoga bermanfaat,.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/
Kategori
Ustadz Anas Burhanuddin
Label
kajian islam, kajian sunnah, ceramah agama islam, kajian salaf, dakwah tauhid, dakwah islam, hadist arbain, pelajaran islam

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar