Arbain An Nawawi: Hadits Ke-6 l Ustadz Anas Burhanuddin, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
55 Dilihat
Hadits Arbain Ke 6 – Hadits Tentang Syubhat merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Anas Burhanuddin, M.A. dalam pembahasan Al-Arba’in An-Nawawiyah (الأربعون النووية) atau kitab Hadits Arbain Nawawi Karya Imam Nawawi rahimahullahu ta’ala. Kajian ini disampaikan pada 5 Rajab 1440 H / 12 Maret 2019 M.

Kajian kali ini membahas hadits arbain ke 6. Yakni hadits Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhu:

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ الحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الَحرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدِ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الحَرَامِ كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ أَلاَّ وِإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلَا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلُحَتْ صَلُحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ القَلْبُ – رَوَاهُ البُخَارِي وَمُسْلِمٌ
Dari An-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau mengatakan, “Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sungguh yang halal itu jelas, yang haram pun jelas. Dan diantara keduanya ada perkara yang syubhat –perkara yang rancu– yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barangsiapa yang menghindari syubhat, maka berarti dia telah membebaskan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjatuh ke dalam perkara-perkara syubhat, maka dia jatuh dalam perkara yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti seorang gembala menggembalakan di sekitar tanah larangan. Hampir saja dia masuk dalam tanah larangan itu. Dan sungguh setiap Raja itu memiliki tanah larangan. Dan tanah larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah perkara-perkara yang diharamkanNya. Dan sungguh dijasad ini ada sekerat daging yang jika dia baik maka seluruh anggota tubuh akan baik dan jika dia rusak maka seluruh anggota tubuh akan rusak dan itu adalah hati.'” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits ini adalah termasuk salah satu hadits yang sangat shahih. Karena diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim. Keduanya sepakat untuk meriwayatkan hadits ini.

Dari sahabat An-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhuma. Beliau adalah Sahabat putra Sahabat. Kunyah beliau adalah Abu Abdillah An-Nu’man bin Basyir Al-Anshari Al-Khazraji. Jadi beliau adalah salah seorang dari kalian Anshar, yakni penduduk kota Madinah. Dan persisnya dari suku Khazraj. Karena para penduduk Madinah terdiri dari terdiri dua suku; ‘Aus dan Khazraj yang pada awalnya mereka sangat bermusuhan, terjadi banyak peperangan diantara mereka, namun kemudian mereka bersaudara ketika sama-sama menerima Islam sebagai agama mereka.

An-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘Anhuma adalah putra Anshor yang pertama kali lahir setelah hijrah. Beliau lahir ditahun kedua hijriyah dan saat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggal, beliau baru berumur 8 tahun. Jadi, beliau mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat beliau masih kecil. Namun ilmu yang beliau sampaikan ini baru beliau sampaikan saat beliau sudah dewasa. Dan para ulama hadits menjelaskan bahwasanya boleh saja seorang Sahabat mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diwaktu mereka masih kecil. Dan kalau mereka menyampaikan apa yang pernah mereka dengar itu saat mereka sudah dewasa, maka riwayat mereka diterima.

Jadi beliau memang mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat beliau masih sangat kecil. Baru berumur 8 tahun atau bisa jadi kurang. Namun beliau baru menyampaikan hadits ini saat beliau sudah dewasa. Riwayat beliau pun diterima oleh para ulama hadits. Maka ini adalah salah satu dari hadits-hadits yang beliau riwayatkan.

Dalam hadits ini disebutkan bahwasannya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas.”

Saat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggal, wahyu sudah putus, Islam sudah sempurna. Dan itu diikrarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam salah satu firmanNya:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ
“Hari ini telah kusempurnakan untuk kalian agama kalian.” (Al-Maidah[5]: 3)

Saat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meninggal, tugas dakwah beliau sudah selesai. Seluruh amanah yang menjadi tugas beliau sudah ditunaikan. Tidak ada satupun jalan kebaikan kecuali beliau telah menjelaskannya. Tidak ada satu jalan keburukan pun kecuali beliau telah mengingatkan kita untuk waspada terhadapnya. Beliau menyebutkan:

تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِكٌ
“Aku tinggalkan kalian dalam suatu keadaan terang-benderang, siangnya seperti malamnya. Tidak ada yang berpaling dari keadaan tersebut kecuali ia pasti binasa.” (HR. Ahmad)

Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Anas Burhanuddin
Label
ceramah agama islam, ceramah sunnah, dakwah islam, arbain an nawawi, hadits ke 6, anas burhanudin, kajian islam, kajian salaf, dakwah sunnah, salaf, manhaj salaf, ceramah pendek, kajian islam sunnah, hadits arbain

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar