Bulughul Maram: Hadits 257 "Bacaan Setelah Salam" l Ustadz Zainal Abdin, Lc. M.M.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
52 Dilihat
1. AL-ISTIFTAH

Dinamakan dengan istiftah karena dengan do’a ini shalat itu di mulai. Do’a ini dibaca di awal setelah takbiratul ihram. Setelah takbiratul ihram kita membaca do’a iftitah. Dan banyak do’a-do’a iftitah yang diterangkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka dengan do’a iftitah yang terdapat riwayat dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang manapun yang kita baca, berarti kita telah melaksanakan sunnah tersebut. Dan apabila kita kadang-kadang membaca do’a ini, terkadang membaca do’a yang itu, maka itu lebih baik.

Diantara do’a yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika istiftah adalah:

Pertama,

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana dibersihkannya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju, dan es” (HR. Bukhari Muslim)

Kedua,

Juga do’a yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang terkadang dibaca oleh Nabi kita ‘Alaihish shalatu was Salam adalah:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
“Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan namaMu dengan memujiMu. NamaMu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Do’a-do’a iftitah ini ada yang mengandung pujian dan pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, di antaranya adalah سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ (Maha Suci Engkau, segala puji bagiMu). Juga ada yang mengandung do’a dan permintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti do’a اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ (Ya Allah jauhkanlah antara Aku dan antara kesalahan-kesalahanku). Juga ada do’a-do’a yang menggabungkan diantara keduanya, pengagungan dan pujian kepada Allah.

Ketiga,

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika membaca iftitah dalam shalat lail, yaitu do’a:

اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قوَّة َإِلّا بِالله
“Ya Allah, milikMu segala pujian. Engkau yang menegakkan langit dan bumi serta apa-apa yang berada di dalamnya. BagiMu segala pujian. Engkau pemilik kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq. Janji-Mu pasti benar, firmanMu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar, firmanMu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para Nabi itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahu ’Alaihi wa Sallam itu membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya. Ya Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri.KepadaMu lah aku beriman. KepadaMu lah aku bertawakal. Kepada-Mu lah aku bertaubat. KepadaMu lah aku mengadu. Dan kepadaMu aku berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau dan tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Bukhari Muslim)
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam
Label
zainal abidin, ustadz zainal abidin, kajian islam, ceramah agama, ceramah singkat, ceramah agama ilsma, bulughul maram, hadits ke 257, belajar hadits, kitab bulughul maram

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar