Ceramah Agama: Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi - Bagian ke-1 (Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat)
RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Ceramah Agama: Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi - Bagian ke-1 (Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat
102 Dilihat

Deskripsi

Video ceramah agama Islam berikut adalah rekaman dari kegiatan tabligh akbar di Masjid Nurul Iman, Kementerian Pertanian, Jl. Harsono RM 3, Ragunan, Jakarta Selatan pada Ahad pagi, 10 Jumadal Ula 1436 / 1 Maret 2015. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita dapat mengkaji sebuah tema ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat hafidzahullah tentang “Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi (Bagian ke-1)“, merupakan sebuah tema yang menyangkut aqidah dan manhaj seorang Muslim, sehingga menjadikan ceramah ini sangat penting untuk kita simak bersama.

Dilanjutkan kepada:
https://www.youtube.com/watch?v=2HDQcOvTli8

Lau Kaana Khairan Lasabaquuna Ilaihi (Bagian ke-1)
Pembahasan pada tabligh akbar dan kajian kali ini adalah penjelasan dari sebuah perkataan yang sangat indah dan maknanya sangat besar yang seringkali dibawakan juga oleh para ulama baik secara lisan maupun tulisan, yaitu:

لَوْ كَانَ خَيْرًا لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ
“Kalau sekirannya perbuatan itu baik tentulah para sahabat telah mendahului kita dalam mengamalkannya.”

Di antara ulama yang mengucapkan perkataan ini adalah Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah di dalam tafsirnya, ketika menafsirkan Surat An-Najm ayat 38 dan 39. Allah Ta’ala berfirman:

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى، وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى
“(Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS An-Najm [53]: 38-39)

Dari ayat yang mulia ini, Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah bersama ulama yang mengikutinya dari kalangan Madzhab Syafi’i telah mengeluarkan sebuah hukum dan keputusan yang menyatakan bahwa bacaan Al-Quran tidak akan sampai hadiah pahalanya kepada orang yang telah mati. Hal itu karena bacaan itu bukan termasuk dari amal dan usaha mereka.

Ayo kita simak video ceramah agar kita dapat mengetahui lebih baik tentang Islam sekaligus menjadikan (pengetahuan) Islam kita lebih baik, insya Allah.

http://rodja.tv/lau-kaana-khairan-lasabaquuna-ilaihi-bagian-ke-1-ustadz-abdul-hakim-amir-abdat/

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS