RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Ceramah: Persatuan Umat Islam (Bagian 2) - Aqidah Ahlus Sunnah (Ustadz Yazid 'Abdul Qadir Jawas)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas Aqidah
134 Dilihat

Deskripsi

Lanjutan ceramah agama Islam yang mengkaji kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang ditulis oleh sang pemateri sendiri, Al-Ustadz Al-Fadhil Yazid bin Abdul Qadir Jawas, di mana pada pertemuan yang telah lalu kita telah sampai pada pembahasan “Persatuan Umat Islam (Bagian ke-1)“, yaitu Poin ke-80 dari kitab tersebut. Maka mari kita lanjutkan pelajaran dari bab / poin tersebut dengan menyimak video ceramah ini, di mana video ini adalah dokumentasi kegiatan kajian di Masjid Imam Ahmad bin Hambal, KPP IPB Baranangsiang, Bogor pada Sabtu pagi, 16 Shafar 1437 / 28 November 2015, pukul 05:30-07:00 WIB dan disiarkan oleh Rodja TV. Silakan simak “Persatuan Umat Islam (Bagian ke-2)“.

Kitab Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Poin ke-80: Persatuan Umat Islam (Bagian ke-2)

Sebagaimana sudah saya (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas – Ed) pada kajian sebelumnya, bahwa Ahlus sunnah mengajak kepada persatuan dengan dasar ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّـهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّ‌قُوا … ﴿آل عمران : ١٠٣﴾
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, …” (QS Ali ‘Imran [3]: 103)

Persatuan yang dikehendaki dalam Islam yaitu persatuan di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah ‘ala fahmi Salaf.
Persatuan yang dikehendaki dalam Islam (yaitu) persatuan di atas aqidah dan manhaj yang benar.
Persatuan yang dikehendaki dalam Islam yaitu agar manusia bersatu di atas agama yang haq, di atas agama Islam, yang sumbernya adalah Al-Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih menurut pemahaman salafush shalih.
Persatuan yang dikehendaki (yaitu) persatuan yang terlaksana di dalamnya bagaimana manusia menegakkan tauhid kepada Allah, mengingkari segala bentuk kesyirikan, persatuan dalam melaksanakan Sunnah-Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, menjauhkan segala macam perbuatan bid’ah, persatuan mengajak manusia untuk ta’at kepada Allah dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam dan menjauhkan dari segala macam perbuatan dosa dan maksiat.

Maka dalam persatuan itu tidak akan lepas dari adanya amar ma’ruf nahi munkar. Maka dari itu, setelah Allah menyebutkan: “ وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّـهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّ‌قُوا …, hingga akhir ayat (Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, …” (QS Ali ‘Imran [3]: 103)). Kemudian di ayat selanjutnya Allah berfirman:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ‌ وَيَأْمُرُ‌ونَ بِالْمَعْرُ‌وفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ‌ ۚ وَأُولَـٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿آل عمران : ١٠٤
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali ‘Imran [3]: 104)

Video ceramah bahasan aqidah dan manhaj yang penuh manfaat dan hikmah yang sangat sayang apabila Anda lewatkan. Simak ceramahnya sekarang juga.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=17439
Rodja.TV: http://rodja.tv/534

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS