Cinta Nabi Shallallahu alaihi wa sallam (Ahsanul Bayan bab 8) l Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
94 Dilihat
Cinta Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 20 Shafar 1440 H / 29 Oktober 2018 M.

Ketika diperjanjian Hudaibiyah, ditahun ke-6 Hijriyah. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dua ribu sahabat lebih dari kota Madinah untuk umroh. Ketika hendak memasuki Mekah, dihadang di Hudaibiyah. Terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Banyak pelajaran menarik dari perjanjian ini. Diantaranya:

Utusan Kufar Quraisy yang bernama Urwah bin Mas’ud ingin memegang jenggotnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu disamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada Mughirah bin Su’bah radhiyallahu ‘anhu. Dengan ujung pangkal pedangnya, Mughirah berkata kepada Urwah bin Mas’ud, “Mundurkan tanganmu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau tidak, tanganmu tidak akan kembali lagi.” Lihatlah bagaimana kecintaan Mughirah bin Su’bah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ketika Urwan bin Mas’ud pulang kepada orang-orang kafir di Mekah, dia berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, aku telah mendatangi para raja sebagai utusan. Aku pernah mendatangi Kisra dan Najasyi. Demi Allah, aku tidak pernah melihat seorang raja pun yang diagungkan oleh sahabat-sahabatnya dari pada sahabat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa salam mengagungkan Muhammad. Tidaklah Nabi Muhammad meludah dan ludahnya itu jatuh disalah satu tangan sahabat, dia usapkan ludah tersebut ke wajahnya dan kekulitnya. Apabila Nabi Muhammad memerintah mereka, maka mereka akan bersegera untuk melaksanakan perintahnya. Apabila Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu, mereka saling berebut sampai hampir berkelahi karena memperebutkan air bekas wudhunya. Apabila mereka bicara didepan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka tidak berani mengeraskan suaranya. Mereka tidak ada yang berani menajamkan pandangannya kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam karena pengagungan mereka kepada Nabi Muhammaad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia telah menawarkan kepada kalian perjanjian, maka terimalah oleh kalian.”

selamat menyimak semoga bermanfaat.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/
Kategori
Aqidah Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi
Label
kajian islam, kajian sunnah, ceramah singkat, ceramah agama, rodjatv, radio rodja, kajian salaf, dakwah tauhid, manhaj, ustadz kurnaedi, abu ya'la kurnaedi, al barkah, masjid al barkah, cinta rasulullah, cinta nabi, rindu sholawat, sholawat nabi, sholawat versi, bid'ah, maulid, maulid nabi, hukum merayakan maulid, dalam islam, pandangan islam, menurut islam

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar