RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Fikih Do'a dan Dzikir #4 (Panduan Amal Sehari Semalam) Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
20 Dilihat

Deskripsi

Fikih Do'a dan Dzikir merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary, M.A. dalam pembahasan Fiqih Dzikir dan Do’a yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim.

Kita tahu bahwasannya tidak ada satupun aktifitas sehari semalam didalam kehidupan manusia melainkan Islam telah memberikan aturan. Termasuk didalamnya adalah dzikir dan do’a yang biasa menyertai sebelum atau sesudah kita melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Banyak do’a-do’a yang mungkin sudah kita hafal. Tapi terkadang, do’a itu kita baca lewat dari kerongkongan begitu saja. Kita tidak memahami apa yang kita baca. Sedangkan do’a akan mendatangkan kekhusyu’an dan lebih mengena didalam jiwa, apabila do’a dan dzikir yang kita baca itu dapat kita fahami denga benar. Bukan sedekar memahami artinya, tetapi juga mendalami kandungannya.

Setiap dzikir dan do’a yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadung didalamnya perkara-perkara yang agung. Disamping itu kita juga dapat mentadabburi kandungan do’a tersebut. Sehingga do’a itu akan lebih bermanfaat. Adapun diantara keutamaan berdzikir kepada Allah adalah sebagai berikut:

AMAL YANG PALING UTAMA

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan dalam sebuah hadits, menjelaskan kepada kita kedudukan dzikir dalam kehidupan manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَ أَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ وَ أَرْفَعِهَا فِيْ دَرَجَاتِكُمْ وَ خَيْرٍ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَ الْفِضَّةِ وَ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوْا أَعْنَاقَهُمْ وَ يَضْرِبُوْا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوْا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ، قَالَ: ذِكْرُ اللهِ
“Maukah aku ajarkan kepada kamu sebaik-baik amal perbuatan sekaligus yang lebih suci di sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang akan meninggikan derajatmu serta yang lebih baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik pula bagi kalian daripada berhada-hadapan dengan musuh kemudian kalian menebas leher mereka atau mereka juga menebas leher kalian?” Para sahabat menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Dzikir (kepada) Allah.” (H.R. Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim).

Melalui hadits di atas, kita bisa mengambil faidah bahwa dengan rutin mengamalkan dzikir merupakan amal yang paling utama dan paling disukai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Karena hakikatnya adalah mengisi waktu dan umur yang terbaik adalah dengan senantiasa mengingat Allah subhanahu wa ta’ala.

AMPUNAN DAN PAHALA YANG BESAR

Allah telah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar bagi orang-orang yang banyak berdzikir kepadaNya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
…وَالذَّاكِرِينَ اللَّـهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّـهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ﴿٣٥﴾
“…laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab[33]: 35)

Pahala terbesar yang Allah berikan kepada hambaNya adalah surga.

ALLAH AKAN SELALU MENYERTAI HAMBANYA

Allah subhanahu wa ta’ala akan selalu menyertai dan hambaNya yang senantiasa berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Seorang hamba akan mendapatkan kebersamaan dan hanya orang-orang yang berdzikir kepada Allah lah yang Allah subhanahu wa ta’ala akan menyertainya. Nabi shallallahu alaihi wa salam mengatakan dalam sebuah hadits Qudsi:

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ
“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ‘alaih)”.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS