RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Fikih Dzikir & Do'a #7 (Panduan Amal Sehari Semalam) Ustadz Abu Ihsan Al Atsary, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ceramah Agama Islam Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary Fiqih
19 Dilihat

Deskripsi

Fikih Dzikir & Do'a dalam Islam merupakan kajian lanjutan pembahasan ke 7 yang disampaikan oleh: Ustadz Abdullah Taslim, Lc. MA. dalam pembahasan “العبودية (Al-Ubudiyah)” karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Kitab ini membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan ibadah dan penghambaan diri.

Dzikir yang disyariatkan dalam Islam selalu menyebutkan nama Allah yang Maha Indah dalam bentuk kalimat yang sempurna yang mengandung arti pujian dan pengagungan. Salah satu contohnya adalah yang disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari & Muslim)

Maka perlu kita perhatikan bahwa semua dzikir utama yang juga disebutkan keutamaannya yang tinggi selalu dalam kalimat yang sempurna. Tentu ini berbeda dengan sebagian orang yang meyakini tentang dzikir khusus. Itu sama sekali tidak bersumber dari ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak juga disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Hadits-hadits yang menjelaskan tentang jenis-jenis dzikir dan do’a yang disyariatkan untuk diucapkan atau disebutkan didalam Islam. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa dzikir itu disyariatkan dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala yang kemudian diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Adapun dzikir-dzikir yang dibuat oleh manusia dalam lafadz maupun jumlah ataupun waktu pelaksanaannya tanpa ada sandaran argumentasinya dari Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih, maka ini tidak akan membawa kepada keutamaan. Bahkan ini bisa membawa kepada kesesatan.

lalu bagaimana pemaparan selengkapnya selamat menyiam semoga bermanfaat.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS