Video Unggulan

Fiqih Pendidikan Anak: Anak Dan Seni l Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
314 Dilihat
Mengajarkan Seni dan Keindahan Kepada Anak adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan tentang cara mendidik anak secara Islami (fiqih pendidikan anak). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. pada 14 Dzul Qa’idah 1438 H / 07 Agustus 2017 M.

Ketika kita berbicara tentang seni, seni itu identik dengan keindahan, keterampilan dan keahlian. Sehingga ketika kita berbicara tentang seni, maka seni itu bermacam-macam. Ada seni menggambar, ada seni tarik suara, ada seni ini dan itu. Jadi, seni menggambarkan sesuatu yang indah, yang terampil, yang ahli dan seterusnya. Didalam agama kita, seni itu ternyata mendapatkan perhatian khusus. Seni didalam agama Islam memiliki kedudukan yang cukup tinggi. Diantara hal yang membuktikan hal tersebut adalah apa yang disabdakan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan” (HR. Muslim)

Terkadang ada sebagian orang bingung mendengarkan hadits ini. Ketika kita berbicara tentang pemandangan indah, itu bisa dilihat. Ketika kita berbicara tentang suara indah, bisa didengar. Ketika kita melihat atau merasakan sebuah barang yang indah, kita bisa meraba. Nah, sekarang bagaimana kita bisa memahami keindahan Allah sedangkan Allah adalah dzat yang ghaib? Allah subhanahu wa ta’ala tidak bisa kita lihat saat ini, apalagi kita raba, apa lagi dan seterusnya. Terus bagaimana kita bisa merasakan keindahan Allah?
Para ulama kita menjelaskan bahwa keindahan Allah subhanahu wa ta’ala bisa kita rasakan dari keindahan nama-nama dan sifat-sifatNya. Selain itu, keindahan Allah juga bisa kita rasakan dari keindahan makhluk-makhluk ciptaanNya. Jadi, jangan berhenti takjub melihat keindahan gunung, jangan berhenti takjub melihat keindahan laut, jangan berhenti takjub melihat keindahan bunga-bunga, ketahuilah bahwa seluruh keindahan makhluk-makhluk itu semuanya bersumber dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kalau makhlukNya saja sudah seperti ini indahnya, apalagi yang menciptakannya. Kalau gunung yang hijau, yang penuh dengan tanaman, dengan hawa sejuknya, dengan sungai-sungai, air terjun yang ada di situ, itu saja sudah membuat kita takjub dengan keindahan, apalagi dengan yang menciptakannya. Yang menciptakannya tentu lebih indah dari apa yang diciptakan.

Maka orang-orang yang beriman ketika dia melihat keindahan alam semesta, dia tidak berhenti disitu. Itu salah satu yang membedakan pikniknya orang beriman dengan yang tidak beriman. Kalau orang yang tidak beriman, pikniknya tidak menambah keimanan dia. Bahkan justru seringkali piknik itu dijadikan sebagai sarana untuk menambah perbuatan maksiat. Ketika memanjat gunung, waktunya shalat justru tidak shalat. Belum lagi ketika naudzubillahimindzalik memanfaatkan keindahan alam tersebut ketika tidak ada pandangan dari manusia yang lainnya justru disitu melakukan perbuatan zina.

Jadi pikniknya orang yang tidak beriman itu tidak menambah keimanan. Tapi berbeda dengan pikniknya orang yang beriman. Orang yang beriman ketika melihat keindahan alam semesta, maka langsung terdetek didalam benaknya tentang keagungan dan kemaha indahan Allah. Sehingga orang yang beriman ketika dia mempraktikkan perintah Allah, “Berjalanlah kalian dimuka bumi”, “Lihatlah apa yang ada di muka bumi ini” Mereka melihat keindahan apa yang ada di muka bumi ini untuk menambah kepercayaan dia dan keyakinan dia tentang kemaha indahan Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah bukan hanya Maha Indah, Allah juga mencintai keindahan. Maka dari itu banyak sekali makhluk-makhluk indah yang diciptakan oleh Allah. Hal ini karena memang Allah itu mencintai keindahan.
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam Fiqih
Label
ceramah agama, kajian islam, kajian sunnah, ceramah singkat, ceramah agama islam, pendidikan anak, anak pintar, anak cerdas, pendidikan anak muslim, anak sunnah, fiqih pendidikan anak, ustadz abdullah zaen

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar