Fiqih Pendidikan Anak : Metode Pembelajaran Anak Di Rumah #1 l Ustadz Abdullah Zaen, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
76 Dilihat
Metode Pembelajaran Anak di Rumah dengan Keteladanan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan tentang cara mendidik anak secara Islami (fiqih pendidikan anak). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. pada 19 Jumadal Awwal 1439 H / 05 Februari 2018 M.

Satu hal yang sering dilupakan oleh orang tua bahwa anak itu belajar bukan hanya di sekolah. Salaupun sekarang mulai muncul metode yang diistilahkan dengan homeschooling (sekolah di rumah). Akan tetapi kebanyakan masih menyekolahkan anak di sekolah. Sebagian atau bahkan mungkin rata-rata orang tua memahami bahwa belajar cukup hanya di sekolah. Kalau sudah sampai ke rumah tidak perlu belajar lagi. Dan ini adalah salah satu pemahaman yang perlu diluruskan. Karena sejatinya proses belajar tidak terkungkung didalam bangku sekolah. Bahkan seharusnya pembelajaran itu diterapkan termasuk di rumah bahkan di luar rumah. Di lapangan, di sawah, di pasar, di masjid, di tempat bermain, seharusnya di tempat-tempat itu ada pembelajaran. Hanya saja pembelajaran di sekolah dengan pembelajaran di rumah memiliki beberapa perbedaan. Salah satunya kalau di sekolah identik dengan adanya meja, kursi, kurikulum, papan tulis, guru, absen. Kalau dii rumah berbeda. Karena pembelajaran di rumah tidak terbatas di atas meja dan kursi. Kemudian juga tidak ada pergantian jam pelajaran. Dan juga tidak saklek harus diabsen setiap akan mulai belajar. Bahkan seandainya di rumah dibuat seperti di sekolah, itu justru jadinya tidak alami dan anak cenderung akan menolak.
Ketika anak bermain, itu juga bisa dijadikan sebagai wahana untuk belajar. Contoh ketika anak sedang bermain antara kakak dengan adik. Misalnya main pingpong atau main bulutangkis yang di situ mau tidak mau ada yang menang ada yang kalah. Biasanya yang kalah akan jengkel dan biasanya yang menang akan gembira bahkan terkadang cenderung kepada sombong. Nah, ini sebenarnya kesempatan untuk memberikan pembelajaran kepada anak bahwa didalam kehidupan keseharian, adanya kesuksesan dan kegagalan itu adalah sesuatu yang wajar. Sedih adalah manusiawi. Yang tidak boleh adalah berlarut-larut dalam kesedihan. Jadi kita menasehati kepada yang kalah, “Nak, kalah menang itu biasa. Jadi nggak perlu kamu itu terlalu bersedih-sedih. Ingat, kalau kamu perbaiki besok kamu akan menjadi pemenang.” ini nasehat untuk yang kalah. Yang menang kita nasehati, “Nak, kamu itu walaupun menang, ingat bahwa kamu menang karena bantuan dari Allah. Dan tidak seyogyanya kamu karena menang lantas jadi sombong. Bisa saja besok kamu diposisi yang kalah.”
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Abdullah Zaen
Label
ceramah agama, kajian islam, ceramah singkat, rodjatv, radio rodja, kajian, ustadz abdullah zaen, pendidikan anak, fiqih pendidikan anak, kajian salaf, dakwah, dakwah tauhid, metode pembelajaran, pembelajaran anak, anak islam

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar