RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Ghuluw dan Irja Menyelisihi Manhaj Salaf - Al Ishbah (Ustadz Abu ya'la Kurnaedi.Lc)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Akhlak Aqidah Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
55 Dilihat

Deskripsi

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَـٰذَا الْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِن يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِّثْلُهُ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِم مِّيثَاقُ الْكِتَابِ أَن لَّا يَقُولُوا عَلَى اللَّـهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ ۗ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴿١٦٩﴾

“Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: “Kami akan diberi ampun”. Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti?” (QS. Al-A’raf [7]: 169)

Syaikhul Islam berkata bahwa banyak dari Ahli Bid’ah seperti Khawarij, Rafidhah, Qodariyah, Jahmiyah, mereka beri’tiqad (meyakini) sesuatu kesesatan akan tetapi mereka memandang bahwa hal itu suatu kebenaran dan mereka memandang bahwa orang yang menyelisihi keyakinan mereka adalah orang kafir. Maka pada diri mereka terdapat penyakit. Yakni sifat buruk yang sangat kuat.

Banyak dari mereka orang-orang yang suka mengkafirkan dengan sebuah perkataan yang hakikatnya tidak dipahami dan tidak juga diketahui hujjahnya. Tentu hal ini merupakan kedzaliman.

Selain ghuluw (berlebih-lebihan) sehingga muncul orang-orang yang suka mengkafirkan dengan kebathilan, ada juga yang disebut irja’, yakni kebalikan dari mereka. Orang-orang ini tidak mengetahui ahlus sunnah wa jama’ah sebagaimana mestinya. Kedua keadaan ini adalah hal yang salah. Sedangkan ahlus sunnah, berada ditengah-tengah antara keduanya.

Keadaan orang yang irja’ ini terkadang mereka tidak menjelaskan apa yang mereka ketahui kepada manusia. Bahkan mereka menyembunyikannya. Mereka tidak melarang manusia dari bid’ah yang menyelisihi Al-Kitab dan Sunnah. Mereka tidak mencela ahli bid’ah dan tidak memberikan sanksi kepada mereka. Tetapi mereka justru mencela pembicaraan tentang sunnah dan ushuluddin (dasar-dasar keyakinan agama Islam) secara mutlak. Mereka tidak bisa membedakan antara apa yang ditunjuki oleh Al-Kitab, sunnah dan ijma’ dengan apa yang dikatakan oleh ahli bid’ah. Atau justru mereka mengakui semuanya diatas madzhab mereka yang bermacam-macam.

Penyebab dari itu semua adalah karena mereka mengikuti syahwat perut atau kemaluan mereka. Atau juga syahwat untuk memiliki banyak pengikut sehingga mereka takut kalau pengikutnya menjauh jika menyampaikan kebenaran.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS