Jeda Rodja: Bayar Hutang!

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
43 Dilihat
Saudaraku sekalian, kita merasa senang mempunyai rumah mewah, mobil, toko, perabotan rumah tangga yang memadai. Tapi kalau ternyata itu semuanya dari hasil menghutang, itu sebetulnya bukan kebahagiaan, tapi kesengsaraan. Karena hutang itu -saudaraku sekalian- adalah sesuatu yang tidak enak nanti di akhirat. Kanapa?

ORANG YANG BANGKRUT

Karena disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa kelak pada hari kiamat kita akan membayar hutang-hutang yang dahulu di dunia kita berhutang dengan amalan shalih kita. Bayangkan kalau ternyata amalan shalih kita habis hanya untuk bayar hutang. Makanya kita menjadi orang-orang yang bangkrut.

Makanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits Bukhari, kata beliau:

مَنْ كَانتْ عِنْدَه مَظْلمَةٌ لأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ مِنْ شَيْءٍ فَلْيتَحَلَّلْه ِمِنْه الْيَوْمَ
“Barang siapa pernah berbuat zhalim kepada saudaranya terhadap kehormatannya atau yang lain, hendaknya meminta orang tersebut menghalalkan dirinya dari perbuatan aniaya tersebut hari ini” (HR. Bukhari)

Yaitu dengan cara minta maaf atau kalau kita punya hutang yang belum dibayar segera kita bayar.

قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ
“Sebelum nanti di hari kiamat kita tidak bisa membayar dengan dirham dan dinar.”

Lalu kita bayar dengan apa? Dengan amalan shalih. Makanya jangan sampai kita bangkrut, saudaraku. Sebagaimana dalam hadits riwayat Muslim bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ
“Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut itu?”

Kata para sahabat:

الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ
“Orang bangkrut di antara kami yaitu orang yang ludes hartanya.”

Kata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
“Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” (HR. Muslim)

Ini adalah orang yang bangkut. Na’udzubillah..
Kategori
Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas Ceramah Agama Islam
Label
taslim, ustadz yazid, yazid jawas, bayar hutang, kajian sunnah

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar