Kacamata Ilsam: Dimana Allah?

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
20 Dilihat
Mu’awiah bin Hakam memiliki seorang budak yang menggembalakan kambingnya di sekitar gunung Uhud. Pada suatu hari beliau datang memantau kondisi budak tersebut. Ternyata dia mendapatkan seekor kambing telah dimakan srigala. Maka dia marah kepada budak tersebut dan ingin memerdekakannya. Akan tetapi dia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengadukan hal tersebut.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta Mu’awiah bin Hakam untuk membawa budak tersebut menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala budak tersebut sampai di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya. Pertanyaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pertanyaan yang berkaitan dengan aqidah. Yang dengan jawabannya, terbukti bahwa budak tersebut adalah seorang yang mukmin.

Imam Abul Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari rahimahullahu ta’ala menjelaskan hal ini, para ulama telah meriwayatkan bahwa seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa seorang budak wanita yang hitam. Lalu dia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya.. Rasulullah, aku ingin memerdekakannya sebagai kafarat. Apakah boleh aku memerdekakannya?” Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada budak wanita tersebut,” Dimana Allah?“. Budak wanita itu menjawab, “Di langit“. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa aku?“. Ia menjawab, “Engkau Rasulullah“. Lalu Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Merdekakan budak tersebut. Sesungguhnya dia adalah seorang budak wanita yang mukminah”.

Perhatikanlah, kenapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya “dimana Allah” kepada budak tersebut? Kemudian kenapa jawaban budak tersebut “Di langit”?. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa ternyata pertanyaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “dimana Allah” adalah pertanyaan yang benar, pertanyaan yang berkaitan dengan iman dan aqidah. Jika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang maksum dan berbicara dengan wahyu, menanyakan hal ini kepada budak tersebut. Kemudian menjadikan jawabannya sebagai bukti keimanannya, maka hal ini menunjukkan kepada kita tanpa ada keraguan sedikitpun. Bahwa menanyakan tentang Allah dengan pertanyaan “dimana”, itulah pertanyaan yang benar. Pertanyaan yang syar’i, bukan pertanyaan yang diharamkan.
Kategori
Ceramah Agama Islam Kacamata Islam
Label
diman allah, dakwah islam, dakwah tauhid, rodjatv, radio rodja, kajian sunnah, allah dimana?, dimana mana, dimana allah

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar