Kaidah-Kaidah Dalam Bersabar l Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
19 Dilihat
Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa sempurnanya kebahagiaan dunia akhirat, setelah kita mempelajari dan memahami petunjuk yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian berusaha mempraktekannya, ditambah dua hal lagi. Yaitu yang pertama berdakwah mengajak manusia ke jalan petunjuk ini, yang kedua adalah bersabar dan bersungguh-sungguh ketika menegakkan dakwah.

Inilah puncak dari kebahagiaan manusia. Sebab yang akan menghindarkan mereka dari segala bentuk keburukan dan kerugian.

Maka tersimpullah kesempurnaan hidup manusia di atas 4 tahapan atau tingkatan kebaikan. Yaitu:

memahami petunjuk yang dibawa oleh para Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam,
mengamalkannya,
menyebarkan dan mendakwahkannya kepada manusia,
kesabaran dan kesungguhan dalam menunaikan dan mempraktekkan semua itu.
Inilah kesempurnaan manusia. Makanya Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan para Nabi dan para Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam menempuh jalan ini dan memiliki 4 tingkatan ini secara sempurna.

Sudah kita bahas kemarin makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjelaskan jalannya Rasul dan orang-orang yang mengikutinya.

قُلْ هَـٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّـهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّـهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ ﴿١٠٨﴾
“Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Yusuf[12]: 108)

Inilah jalan sunnah, jalan yang membawa kepada petunjuk Allah dan keridhaanNya. Pengikut sunnah adalah orang yang berdakwah di atas ilmu setelah mereka paham, setelah mereka praktekkan, lalu mengajak manusia untuk mengikutinya.

Inilah jalan sunnah. Dan dengan inilaah Allah Subhanahu wa Ta’ala memilih para Nabi dan para Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Sallam serta memuliakan pewaris para Nabi dan para Rasul.

Keterangan dari para ulama, di antaranya termasuk Imam Ibnul Qayyim sewaktu menjelaskan tentang kedudukan yang mulia dalam Islam, mereka selalu mengartikan bahwa kedudukan yang paling pantas untuk meraihnya adalah orang-orang yang mempelajari petunjuk sunnah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan mengamalkannya.

Contoh ketika Imam Ibnul Qayyim menafsirkan tentang wali Allah, siapakah wali Allah yang disebutkan di dalam hadits qudsi yang shahih? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ
“Barangsiapa yang memusuhi kekasihku maka sungguh aku telah menghubungkan peperangan kepadanya.” (HR. Bukhari Muslim)

Ketika menafsirkan hadits qudsi yang agung ini, Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala menyampaikan komentar beliau di kitab Miftah Daris Sa’adah, beliau berkata bahwa pewaris para Nabi adalah orang-orang yang mempelajari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan mereka inilah pemimpinnya para wali-wali Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Coba kita perhatikan, petunjuk Allah diturunkan untuk memuliakan manusia. Maka barangsiapa yang lebih banyak memahami dan mengamalkan petunjukNya, mengajak manusia untuk mengikuti petunjukNya serta bersabar dalam melakukan semua itu, berarti dialah yang paling tinggi kedudukannya, paling mulia, paling berbahagia di dunia dan di akhirat nanti, karena inilah jalan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala pilihkan bagi hamba-hamba yang dimuliakan disisiNya.
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam
Label
ceramaha gama islam, kaidah dalam bersabar, kesabaran, dakwah tauhid, manhaj salaf, ceramah singkat, ceramah agama islam, dakwah islam, manhaj sunnah, ceramah pendek, ceramah agama, kaidah sabar, arti sabar, HSI abdullah roy, rodajtv, radio rodja, TV rodja

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar