Kajian kitab: Al Jam'u Baina Ash Shahihain Hadist No.35 l Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
168 Dilihat
Bab Durhaka Kepada Orang Tua Termasuk Dosa Besar adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain), sebuah kitab yang berisi Kumpulan shahih Bukhari dan Muslim karya Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada 12 Jumadal Akhirah 1440 H / 17 Februari 2019 M.

Pembahasan kali ini sampai pada hadits ke-32 halaman 15 pada kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ قُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَجَلَسَ فَقَالَ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ أَلَا وَقَوْلُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ فَمَا زَالَ يَقُولُهَا حَتَّى قُلْتُ لَا يَسْكُتُ
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang termasuk dari dosa besar? Kami menjawab; “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Menyekutukan Allah dan mendurhakai kedua orang tua.” -ketika itu beliau tengah bersandar, kemudian duduk lalu melanjutkan sabdanya: “Perkataan dusta dan kesaksian palsu, perkataan dusta dan kesaksian palsu.” Beliau terus saja mengulanginya hingga saya mengira beliau tidak akan berhenti.”

Apa itu dosa-dosa besar? Apa bedanya dengan dosa-dosa kecil? Dosa besar itu adalah dosa yang tidak bisa digugurkan oleh amalan shalih atas pendapat jumhur. Bahkan dosa besar itu bisa menggugurkan amalan shalih. Kalau dosa kecil itu bisa digugurkan oleh amalan-amalan shalih. Bahkan menjauhi dosa besar adalah diantara sebab digugurkannya dosa-dosa kecil. Allah Ta’ala berfirman:

إِن تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا ﴿٣١﴾
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (QS. An-Nisa[4]: 31)

Itu perbedaan antara dosa besar dengan dosa kecil. Kemudian bagaimana kita bisa mengetahui dosa besar? Dosa besar itu sebagaimana pernah kita sebutkan bahwa yang pertama tanda dosa besar penegasan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa itu termasuk dosa besar. Seperti dalam hadits ini. “Maukah aku beritahukan kepada kalian dosa-dosa besar?”
Yang kedua, adanya ancaman berupa api neraka. Orang yang melakukan perbuatan tersebut, dia akan masuk ke dalam api neraka. Contohnya hadits:

مَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ مِنَ الإِزَارِ فَفِى النَّارِ
“Apa-apa yang lebih rendah dari mata kaki dari kain, maka tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari)

Ancaman dengan neraka. Diantara tanda dosa besar adalah bahwa pelakunya dilaknat. Seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي
“Semoga Allah melaknat yang menyuap dan yang menerima suapan” (HR. Ahmad)

Kemudian diantara tanda dosa besar, pelakunya tidak akan dilihat oleh Allah. Misalnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَنَّانُ الَّذِي لَا يُعْطِي شَيْئًا إِلَّا مَنَّهُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْفَاجِرِ وَالْمُسْبِلُ إِزَارَهُ
“Ada tiga orang yang mana Allah tidak mengajak mereka bicara pada hari kiamat: Orang yang suka memberi, dia memberi melainkan dengan menyebut-nyebutkannya (karena riya’), orang yang membuat laku barang dagangannya dengan sumpah palsu, serta orang yang melakukan isbal (memanjangkan) pakaian.” (HR. Muslim)

Makanya isbal bukanlah dosa kecil. Tidak mungkin isbal dosa kecil dengan ancaman yang sangat berat seperti itu. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan dia tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak akan dilihat oleh Allah, tidak akan disucikan oleh Allah, bagi dia adzab yang pedih tapi ternyata itu dosanya hanya dosa kecil. Tidak mungkin.

Kata Rasulullah, diantaranya وَالْمُسْبِلُ (dan orang yang memakai kain melebihi mata kaki). Ternyata itu termasuk dosa besar, bukan dosa kecil. Dan banyak lagi tanda-tandanya disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah kitab i’lam al muwaqi’in.

Kita lanjutkan, hadits ini menunjukkan bahwa dosa besar juga bertingkat-tingkat ternyata. Ada dosa besar yang paling besar, ada dosa besar yang dibawahnya lagi. Pada hadits ini Nabi mengatakan, “Maukah aku beritahukan kamu dosa besar yang paling besar?”

PERTAMA, MEMPERSEKUTUKAN ALLAH

Ini dosanya tidak akan diampuni apabila seseorang wafat diatasnya. Semua dosa selain syirik, kalau ia wafat diatasnya, masih ada kesempatan untuk mendapat ampunan dari Allah. Tapi untuk syirik, tidak akan pernah Allah ampuni pelakunya.

Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Abu Yahya Badrusalam Hadist
Label
ceramah agama islam, ustadz abu yahya badrusalam, al jam'u baina ash shahihain, dakwah tauhid, manhaj salaf, ceramah singkat, ceramah agama islam kajian kitab, hadist shahih, kajian hadist, al jam'u bain aash shahihain, haidst nabi

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar