Kajian Kitab: Al Jam'u Baina Ash Shahihain Hadist No.45 l Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
52 Dilihat
Keutamaan Seorang Muslim Seperti Pohon Kurma adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan الجمع بين صحيحين (Al-Jam’u Baina As-Sahihain), sebuah kitab yang berisi Kumpulan shahih Bukhari dan Muslim karya Syaikh Yahya bin Abdul Aziz Al-Yahya. Pembahasan ini disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Pada setiap hari Ahad ba'da maghrib langsung dari Masjid Al-Barkah Jl.Pahlawan Komplek Radio/Rodjatv

Pembahasan kali ini sampai pada hadits Ke 45 kitab Al-Jam’u Baina As-Sahihain.

Hadits nomor 45,

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِهَارًا غَيْرَ سِرٍّ، يَقُولُ: «أَلَا إِنَّ آلَ أَبِي، لَيْسُوا لِي بِأَوْلِيَاءَ، إِنَّمَا وَلِيِّيَ اللهُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ
“Dari Amr bin Al-Ash -semoga Allah meridhainya- ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam secara keras berkata, “Ketahuilah sesungguhnya keluarga Abi bukankah wali-waliku. Sesungguhnya wali-waliku hanyalah Allah dan Mukmin yang shalih.”

Yang dimaksud dengan keluarga Abi yaitu Bani Umayyah. Maksudnya yaitu mereka-mereka yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. Adapun mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNya dan masuk Islam, itu tidak masuk didalam khitob (pesan) ini.

Dalam satu riwayat disebutkan:

وَلَكِنْ لَهُمْ رَحِمٌ أَبُلُّهَا بِبَلَاهَا
“Akan tetapi mereka memiliki hubungan rahim denganku, maka aku pun menyambung silaturahim dengan mereka.”

FAIDAH HADITS

Pertama, dalil wajibnya memberikan loyalitas kepada kaum Mukminin walaupun mereka tidak ada hubungan kerabat dengan kita, selama ia beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat, mencintai Allah dan RasulNya, wajib kita memberikan loyalitas kepada orang-orang seperti ini. Dan juga kita harus memberikan baro’ (berlepas diri) dari dari orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya walaupun mereka karib kerabat kita. Allah berfirman dalam surat Al-Mujadilah ayat 22:

ا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّـهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَـٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّـهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَـٰئِكَ حِزْبُ اللَّـهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّـهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٢٢﴾

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling mencintai (memberikan loyalitas) kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, walaupun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah tuliskan dalam hati mereka keimanan dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripadaNya. Dan dimasukanNya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa ridha kepada Allah. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” (QS. Al-Muhadilah[58]: 22)

Di sini Allah menyebutkan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan kehidupan akhirat tidak mungkin memberikan loyalitas kepada orang-orang yang memusuhi Allah dan RasulNya.

Tentunya kita harus pahami makna loyalitas. Kalau misalnya kita memiliki orang tua yang bukan muslim, kalau kita mencintia orang tua karena dia orang tua kita, apakah cinta kita kepada orang tua itu disebut loyalitas? Tidak.

Sebatas kita mencintai dia karena dia orang tua kita dan bukan karena agamanya, yang itu merupakan tabiat manusia, maka cinta seperti ini disebut dengan istilah cinta tabiat. Cinta tabiat ini tidak ada hubungannya dengan wala dan baro’. Tapi kalau antum mencintai dia karena agamanya yang batil itu, karena kesyirikan dia, ini baru masuk kedalam loyalitas.

Maka seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, beriman kepada Allah dan RasulNya, tidak mungkin memberikan loyalitas kepada orang-orang yang memusuhi Allah dan RasulNya. Walaupun itu bapak mereka atau anak mereka atau saudara mereka atau keluarga mereka.
Selamat menyimak semoga bermanfaat.
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Abu Yahya Badrusalam
Label
abu yahya badrusalam, kajian islam, kajian sunnah, ceramah singkat, ceramaha gama islam, dakwah sunnah, dakwah tauhid, manhaj salaf, ceramah pendek

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar