RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Kejujuran & Semangat membayar Hutang - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi,Lc)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ceramah Agama Islam Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi
60 Dilihat

Deskripsi

Kejujuran dan Semangat Membayar Hutang merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. dalam pembahasan Kitab Ahsanul Bayan min Mawaqifi Ahlil Iman karya Syaikh Abu Islam Shalih bin Thaha Abdul Wahid rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 09 Rajab 1439 H / 26 Maret 2018 M.
KAJIAN TENTANG KEJUJURAN DAN SEMANGAT MEMBAYAR HUTANG – KITAB AHSANUL BAYAN
Hutang adalah harta yang dipinjam seseorang dari orang lain dengan cara yang baik. Hakikat hutang adalah kegundahan dimalam hari dan kehinaan disiang hari. Hal itu dikarenakan apabila seseorang berhutang, maka dia dimalam hari berfikir bagaimana caranya menyelesaikan hutangnya dan disiang hari orang yang berhutang tersebut tidak berani bertemu dengan orang yang memberikan hutang karena takut diminta membayar hutang.
Oleh karena itu, dalam rangka mencegah hal ini maka:

Pertama, Islam melarang perbuatan israf (berlebih-lebihan) dan tabdzir (boros dalam urusan harta) supaya manusia tidak jadi fakir, hidup sesuai kebutuhan, tidak menurutkan gaya hidup.

Ada sebagian saudara kita ingin hidupnya terlihat mewah. Lalu berhutang. Akhirnya dia merendahkan dirinya sendiri. Oleh karena itu perhatikan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ ﴿٣١﴾

“...makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf[7]: 31)

Islam menganjurkan untuk bersikap ekonomis. Kalau membelanjakan harta tidak boros, juga tidak pelit. Supaya manusia tidak terpaksa untuk berhutang.
Allah subhanahu wa ta’ala memuji orang-orang yang pertengahan. Tidak boros dan tidak pelit. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا ﴿٦٧﴾

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqon[25]: 67)

Kedua, Islam mentahdzir (mewanti-wanti) manusia dari hutang. Hal ini dikarenakan bahwa hutang adalah kegundahan dimalam hari dan kehinaan disiang hari. Hutang membahayakan pelakunya di dunia dan diakhirat. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang hasan bersabda, “Janganlah kalian takut-takuti diri kalian dengan hutang setelah keamanannya“.

Yang dimaksud menakuti diri sendiri dengan hutang adalah kekhawatiran tidak mampu membayarnya, atau khawatir mati sebelum membayar hutang, atau takut celaan dari orang yang punya harta, atau pengaduannya yang bisa menghantarkan ke penjara.
selamat menyimak semoga bermanfaat,
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS