Keutamaan Shadaqoh (Aktualisasi Akhlak Muslim) l Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
82 Dilihat
Keutamaan Shadaqoh merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary. dalam pembahasan Kitab Aktualisasi Akhlak Muslim yang sangat penting untuk diketahui oleh setiap muslim. selamat menyimak semoga bermanfaat.

Didalam Islam dikenal istilah zakat, itu yang wajib dan sedekah untuk yang sunnah. Yaitu bentuk berbagi harta kepada yang lain. Kita sampai pada poin tentang keutamaan sedekah. Ada beberapa keutamaan sedekah, sudah kita bahas beberapa poin darinya. Diantara keutamaan sedekah ini adalah sedekah dapat memadamkan kemurkaan Allah subhanahu wa ta’ala. Juga diantara keutamaan sedekah adalah menghapus dosa dan kesalahan.

Sedekah adalah pelindung dari api neraka

Salah satu dinding yang akan membatasi seorang hamba dari api neraka adalah sedekah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepada kita:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
“Hindarilah api neraka walaupun dengan bersedekah hanya separuh buah kurma.” (HR. Muslim No. 1689)

Yaitu semampu yang bisa kita lakukan, itu dapat menghalangi kita dari api neraka. Maka bersedekahlah dan jangan kita menahan diri dari sedekah. Karena yang kita keluarkan tidak seberapa. Berapapun sedekah yang kita keluarkan, insyaAllah dapat menjaga kita dari api neraka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengatakan:

مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan baginya masjid di surga.” (QS. Ibnu Majah No. 728)

Dalam riwayat lain ada tambahan walaupun sebesar sangkar burung, yaitu walaupun apa yang disumbangkannya untuk masjid itu tidaklah banyak, mungkin dia menyumbang satu kali satu meter, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan tetap memberikan baginya sebuah istana didalam surga dengan sedekah yang dia keluarkan itu.

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa membangun masjid karena Allah meski sebesar sangkar burung, atau bahkan lebih kecil dari itu, maka Allah akan membangunkan baginya satu istana di surga.” (HR. Ibnu Majah No. 730)

Maka janganlah kita mengerdilkan apa yang telah kita sedekahkan atau apa yang telah kita keluarkan karena rendah nilainya. Karena sedekah itu Allah lipat gandakan. Seperti seseorang memelihara anak untanya kemudian menjadi besar. Yang menentukan besar kecilnya pahala sedekah itu adalah niat kita. Kalau kita mampunya sedikit, tidak mungkin kita bersedekah dalam jumlah yang banyak. Tidak mungkin kita melakukan dosa untuk bersedekah. Misalnya kita menipu orang, mengumpulkan harta yang haram untuk sedekah yang banyak. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا أَدَّيْتَ زَكَاةَ مَالِكَ فَقَدْ قَضَيْتَ مَا عَلَيْكَ، وَمَنْ جَمَعَ مَالًا حَرَامًا ثُمَّ تَصَدَّقَ مِنْهُ لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيهِ أَجْرٌ وَكَانَ إِصْرُهُ عَلَيْهِ
“Jika engkau telah menunaikan zakat hartamu maka engkau telah melaksanakan kewajiban dan barang siapa yang mengumpulkan harta dari jalan yang haram, kemudian dia menyedekahkan harta itu, maka sama sekali dia tidak akan memperoleh pahala, bahkan dosa akan menimpanya” (HR. Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban dalam Shahihnya)

Jadi kalau kita mempunyai sedikit, ya sedikit. Bagaimana kita meningkatkan pahala dari sedekah kita yang sedikit itu karena kita memang mampunya masih sedikit? Yaitu dengan niat kita, dengan keikhlasan kita. Sekecil apapun sedekah yang kita keluarkan, itu akan berarti di sisi Allah dan pada hari kiamat nanti.

Dinaungi sedekahnya pada hari kiamat

Pada hari manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar, matahari didekatkan pada kadar satu mil. Manusia tidak ada tempat berteduh. Tidak ada dataran tinggi dan tidak ada dataran rendah di Padang Mahsyar nanti. Tidak ada gelombang, tidak ada bukit dan tidak ada lembah. Manusia akan berdiri di situ tanpa mengenakan alas kaki, tanpa penutup badan, tanpa baju dan tanpa apapun yang menempel pada tubuhnya. Tanpa membawa benda-benda dunia. Pada saat itulah kita dikumpulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala di Padang Mahsyar. Pada saat-saat itu, orang yang bersedekah akan dinaungi sedekahnya pada hari kiamat. Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan naungan bagi mereka pada hari kiamat. Salah satunya adalah orang yang rajin bersedekah.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary
Label
kajian islam, rodjatv, radio rodja, aswaja, dakwah tauhid, muhamadiyah, shodaqah, sedekah, berinfak, memberi, shodaqoh, kultum, ceramah singkat, ceramah pendek

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar