Macam-macam Keringanan Yang Berikan Syariat l Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
105 Dilihat
Macam-macam Keringanan Yang Berikan Syariat merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz DR. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. dalam pembahasan Kitab Qawaa’idul Fiqhiyyah (Mukadimah Kaidah-Kaidah Praktis Memahami Fikih Islam) karya Ustadz Ahmad Sabiq Bin Abdul Lathif Abu Yusuf. Kajian ini disampaikan pada 10 Dzul Qa’idah 1439 H / 23 Juli 2018 M.

Pembahasan ini ditulis dan dibahas oleh para ulama dengan metode Istiqra‘ yaitu penelitian yang menyeluruh dari dalil-dalil dalam syariat Islam. Dan pembahasan ini disimpulkan oleh para ulama dengan metode ini. Adapun sebab-sebab yang mendatangkan keringanan dalam syariat adalah:

1. SAFAR / PERJALANAN JAUH

Perjalanan jauh akan mendatangkan keringanan bagi seseorang. Sehingga wajar apabila syariat Islam menggantungkan kemudahan dengan safar ini. Maka dari itu syariat Islam tidak mensyariatkan puasa bagi orang yang safar. Puasa Ramadhan menjadi tidak wajib bagi orang yang sedang safar. Sehingga dia boleh tidak berpuasa ketika sedang safar namun dia harus mengqadha. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (QS. Al-Baqarah[2]: 184)

Ini menunjukkan apabila seseorang sedang safar, dia boleh tidak berpuasa. Seseorang yang sedang safar juga, dia boleh mengqashar shalat yang berjumlah empat rekaat. Ini juga merupakan keringanan yang dikaitkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebab safar atau perjalanan jauh. Sehingga seorang yang mengadakan perjalanan jauh, dia boleh mengqashar shalat dzuhurnya menjadi dua rekaat, shalat asyarnya menjadi dua rekaat, shalat isya’nya menjadi dua rekaat. Hal ini karena memang biasanya orang yang safar akan mengalami keadaan yang memberatkan dia.

Ketika sedang safar, seseorang juga diberikan keringanan untuk menjama’ atau mengumpulkan shalat yang asalnya harus dilakukan didua waktu, ketika safar boleh dilakukan menjadi satu waktu. Misalnya mengumpulkan shalat dzuhur dengan shalat asyar baik diwaktu dzuhur ataupun diwaktu ashar. Kalau diwaktu dzuhur dinamakan jama’ taqdim, kalau diwaktu asyar namanya adalah jama’ takhir. Maghrib juga boleh dijama’ dengan isya’ ketika seseorang sedang melakukan safar dan dia butuh untuk mengumpulkan dua shalat tersebut.
selamat menyimak semoga bermanfaat.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/
Kategori
Ustadz Musyafa Ad Dariny
Label
fikih, fikih islam, kajian islam, salaf, tauhid, akidah, manhaj, kajian, ceramah agama, ceramah agama islam, fikih sunnah, fikih mazhab, mazhab fikih, rodjatv, radio rodja, salafy

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar