RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Menggapai Telaga Nabi Shallalahu 'Alaihi wa Sallam (Ustadz DR.Muhammad Nur Ihsan MA)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Muhammad Nur Ihsan
13 Dilihat

Deskripsi

Telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A. dalam pembahasan Kitab Al-Ibanah ‘an Ushul ad-Diyanah karya Syaikh Imam Abul Hasan Ali bin Ismail al-Asy’ari rahimahullah atau terkenal dengan sebutan Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 3 Sya’ban 1439 H / 20 April 2018 M.
KAJIAN TENTANG TELAGA NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM – KITAB AL-IBANAH
Dijelaskan oleh Imam Abul hasan Al-Asy’ari. Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, bahwa diantara perkara yang diimani oleh Ahlus sunnah wal jama’ah adalah mengimani telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah subahanahu wa ta’ala memberikan kemuliaan kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga para Nabi yang lain karena telaga tersebut tidak khusus bagi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para Nabi yang lain juga memiliki telaga. Tetapi telaga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling luas dan juga memiliki sifat-sifat yang istimewa.
Permasalahan telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah perkara akidah yang telah dijelaskan oleh hadits-hadits yang shahih. Banyak dalil yang menjelaskan hal itu dan banyak sahabat yang meriwayatkan hadits tentang telaga tersebut.

Oleh karena itu sikap Ahlus sunnah wal jama’ah kecuali mengimani bahwa diakhirat kelak manusia merasakan dahaga kehausan maka Allah subhanahu wa ta’ala menyediakan telaga bagi para Nabi yang akan didatangi oleh umatnya.

Mengimani telaga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk perkara yang wajib diimani yang akan terjadi pada hari kiamat. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan hal itu. Dan sebagaimana para ulama, barang siapa mengingkari suatu kemuliaan, maka dia akan terhalang mendapatkan kemuliaan itu. Inilah sikap Ahlus sunnah wal jama’ah. Mereka mengimani dan tidak merekayasa dengan akal mereka.
Berbeda dengan sekte Ahlul kalam. Mereka adalah orang-orang yang mengkultuskan akal dan beragama dengan akal-akalan. Yang terjadi adalah banyak sekali perkara-perkara akidah yang mereka ingkari. Hal ini dikarenakan akal tidak dapat mencerna hal itu. Akal tidak bisa meliputi keilmuan tentang perkara-perkara yang ghaib.

Imam Abul Hasan al-asyari berkata bahwa kaum Mu’tazilah mengingkari hal itu. Sungguh telah diriwayatkan riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam riwayat yang sangat banyak. Dan juga telah diriwayatkan dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang telaga ini tanpa ada perbedaan diantara mereka.

Dalam hal ini ada pelajaran yang bermanfaat bagi kita dalam hal akidah. Bahwa diantara dalil yang dijadikan oleh Ahlus sunnah untuk menetapkan suatu perkara yang berkaitan tentang akidah adalah ijma’. Kita memahami bahwa dalil dalam beragama adalah Al-Qur’an, Sunnah dan ijma’. Terlebih lagi ijma’ para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi mereka telah sepakat sebelum munculnya sekte-sekte Ahlul kalam yang mengingkari perkara akidah.
selamat menyimak semoga bermanfaat,
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS