Menukar Barang yang Ditakar - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmidizi MA)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
56 Dilihat

Menukar Barang Yang Ditakar adalah kajian yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. yang merupakan rekaman kajian kitab زاد المستقنع في اختصار المقنع atau populer dengan sebutan Kitab Zadul Mustaqni. Kitab ini merupakan kitab fiqih Madzhab Hanbali, karya Syaikh Syarifuddin Abu Naja Musa bin Ahmad Al-Hajawi rahimahullah dan merupakan ringkasan dari Kitab Al-Muqni karya Ibnu Qudamah rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 17 Sya’ban 1439 H/ 03 Mei 2018 M.
KAJIAN TENTANG MENUKAR BARANG YANG DITAKAR – KITAB ZADUL MUSTAQNI
Tidak boleh menukar barang yang ditakar dengan ukuran volume dengan barang sejenisnya melainkan dengan cara takar pula. Misalnya adalah minyak goreng ditukar dengan minyak bensin. Maka menukarnya harus dengan takaran. Tidak boleh satunya ditimbang dan satunya lagi ditakar.
Juga tidak boleh menjual barang yang ditimbang dengan sejenisnya kecuali ukurannya adalah juga ditimbang. Misalnya cabe ditukar dengan bawang, maka tidak boleh cabenya dengan kilo sedangkan bawangnya dengan liter.

Hal ini permasalahannya adalah dalam madzhab hambali, illat ribawi pada enam komoditi itu adalah takaran dan timbangan. Maka menukar kurma dengan gandum, persyaratannya boleh tidak sama ukurannya, namun harus tunai. Yang satu jenis seperti kurma dengan kurma, maka persyaratannya harus sama dan harus tunai. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi makanan kepada Yahudi dan beliau gadaikan baju besinya. Ini menunjukkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam membayar dengan tidak tunai. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa makanannya dan dibayar secara tidak tunai. Bahkan sampai beliau wafat hutangnya belum terbayar. Tetapi nilai baju besi lebih besar dari pada nilai hutang atau harga makanan pokok tersebut.
Tidak boleh juga menukar yang satu jenis. Misalnya gandum ditukar dengan gandum atau kurma ajwa ditukar dengan kurma sukari. Maka tidak boleh ditukar dengan cara yang satu takarannya jelas sedangkan yang satu lagi takarannya tidak jelas
selamat menyimak semoga bermanfaat,

Anda dapat menyimak siaran kami melalui,
Gabung dan subscribe di media sosial Rodja TV:
Youtube: youtube.com/rodjatv/
Facebook: facebook.com/rodjatvofficial/
Twitter: twitter.com/rodjatv
Google+: google.com/+rodjatv
Situs web: http://rodja.tv
Live stream (primer): http://live.rodja.tv
Live stream Youtube: http://live2.rodja.tv (redirect)
Rodja TV melalui satelit: Satelit Palapa D, Frekuensi: 4057, Symbol Rate: 2727, Polaritas: H (Horizontal), Video PID: 106, Audio PID: 107, PCR PID: 106
Outlet Rodja untuk jasa pemasangan parabola: http://rodja.tv/outlet
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Kategori
Ustadz Erwandi Tarmizi
Label
kajian islam, kajian salaf, ceramah singkat, ceramah agama, rodjtv, radio rodja, kajian, salafy, tauhid, muamalah kontemporer, menukar barang yang ditakar, muamalah jual beli, hukum jual beli, syirkah, riba

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar