Mukaddiman Kitab Ad Daa' Wad Dawaa (Ustadz Abdullah Taslim. M.A.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
59 Dilihat
Mukaddimah Kitab Ad Daa’ Wad Dawaa’ merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abdullah Taslim, M.A. dalam pembahasan Kitab Ad Daa’ Wa Ad Dawaa’ karya Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 6 Syawwal 1439 H / 21 Juni 2018 M.
KAJIAN TENTANG MUKADDIMAH KITAB AD DAA’ WAD DAWAA’
Tidak ragu lagi, tentu saja sudah kita bahas berkali-kali bahwa perkara hati merupakan perkara yang sangat penting untuk diberikan perhatian lebih dari pada amalan-amalan anggota badan. Ini seperti pertanyataan dari banyak ulama Ahlussunnah wal Jama’ah. Allah subahanahu wa ta’ala berfirman:

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّـهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al-Hajj[22]: 32)

Tidak semua orang yang beramal (meskipun yang terlihat semangat), sumbernya dari pengagungan hati. Padahal dalam ayat ini jelas bahwa Allah menegaskan bahwa ciri takwa yang hakiki itu adalah dengan pengagungan yang bersumber dari hati ketika melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya. Karena ada orang yang meninggalkan atau mengerjakan sesuatu terkesan seperti dia beribadah dengan semangat, ternyata tujuannya untuk hal-hal yang lain. Entah itu harta, urusan dunia, popularitas, atau juga kepentingan hawa nafsu yang lainnya.
Oleh karena itu ayat ini benar-benar memberikan gambaran kepada kita tentang hakikat takwa yang sesungguhnya. Tentu tidak ada yang mengetahui kecuali Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّـهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ﴿٢٤﴾

“ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan.” (QS. Al-Anfal[8]: 24)

Tidak ada seorangpun yang bisa menyembunyikan atau menampakkan sesuatu secara anggota badan yang kemudian dia bisa menyembunyikan hakikat yang terdapat didalam hatinya dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Anggota badan seseorang bisa berpura-pura seperti perbuatan orang-orang munafik, tapi dalam hati mereka (orang-orang munafik) terdapat penyakit dan Allah menambah penyakit dihati mereka. Mereka menampakkan seolah-olah membela Islam tapi hatinya penuh penyakit. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang terdapat didalam hati manusia.
Penyakit hati seperti ini menghalangi orang untuk menggapai ketakwaan yang sesungguhnya. Kalau kita tidak berusaha melakukan sebab-sebab yang menguatkan hati sekaligus menghilangkan penghalang-penghalang, maka pasti seorang hamba akan gagal dalam upayanya untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Pernyataan yang sangat indah yang disampaikan oleh Imam Ibnu Qayyim yang disampaikan dalam kitab Al-Fawaid, “Ketahuilah, sungguh seorang hamba hanya bisa menempuh tahapan-tahapan perjalanan menuju keridhoan Allah itu dengan hatinya. Dengan tekad yang kuat didalam jiwanya. Bukan hanya sekedar dengan amalan anggota badannya”

Amalan anggota badan banyak motivasinya, tapi ketakwaan hati yang melahirkan amalan inilah yang akan diterima oleh Allah.
Ibnu Qayyim rahimahullahu ta’ala berkata, “dan takwa yang hakiki adalah takwa yang ada dihati, bukan takwa yang diperlihatkan pada anggota badan.”

Untuk bisa menyempurnakan ketakwaan yang hakiki ini, setelah kita berdo’a kepada Allah subhanahu wa ta’ala tentu kita harus mengupayakannya. Yaitu menyempurnakan sebab-sebabnya dan menghilangkan penghalang-penghalangnnya.
Selamat menyimak semoga bermanfaat.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/
Kategori
Ustadz Abdullah Taslim
Label
ceramah agama islam, mukadimah, kitab ad daa' wa dawaa, salafy, wahabi, tauhid, akidah, manhaj, aswaja

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar