RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Mulia dengan Manhaj Salaf (Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas
42 Dilihat

Deskripsi

Pada hakikatnya, manhaj Salaf merupakan Islam itu sendiri. Jadi, mengikuti manhaj Salaf bukanlah sesuatu yang baru, bukan aliran baru, bukan pemahaman baru, bukan golongan, dan bukan sekte; adalah Islam itu sendiri, Islam yang murni yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لقد تركتكم على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها بعدي إلا هالك

“Aku tinggalkan kalian agama Islam ini putih bersih, malamnya seperti siangnya, dan tidaklah orang meninggalkan ajaran yang putih bersih melainkan orang itu pasti binasa.”

Rasulullah tinggalkan agama Islam ini putih bersih, Al-Quran dan Sunnah, tidak ada bercak-bercak syirik, bid’ah, dan perpecahan. Orang yang menyimpang dari jalan ini pasti sesat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة، كلها في النار إلا واحدة

“Umatku akan berpecah menjadi 73 golongan: 72 golongan masuk neraka, 1 golongan yang masuk surga.”

Ketika Nabi menyebutkan, bahwa hanya satu yang masuk surga, maka Rasulullah ditanya siapakah golongan tersebut. Kemudian, Rasulullah menjawab, “Al-Jama’ah”. Disebutkan dalam riwayat yang lain, Nabi mengatakan tentang satu golongan yang selamat itu:
ما أنا عليه وأصحابي

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti aku dan para sahabatku.”

PENGERTIAN SALAF
Istilah Salaf adalah sifat yang khusus dimutlakkan kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Ketika disebutkan “Salaf“, maka yang dimaksud adalah para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in, adapun selain mereka ikut serta dalam makna Salaf yaitu orang-orang yang mengikuti mereka. Artinya, bila mereka mengikuti para sahabat, maka disebut Salafiyyin, yaitu orang-orang yang mengikuti Salafush shalih.

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (التوبة: ١٠٠)
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. (QS At-Taubah [9]: 100)

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS