Penjelasan Riba & Sharf - Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr.Erwandi Tarmidzi MA)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
238 Dilihat

Bab Riba adalah kajian yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. yang merupakan rekaman kajian kitab زاد المستقنع في اختصار المقنع atau populer dengan sebutan Kitab Zadul Mustaqni. Kitab ini merupakan kitab fiqih Madzhab Hanbali, karya Syaikh Syarifuddin Abu Naja Musa bin Ahmad Al-Hajawi rahimahullah dan merupakan ringkasan dari Kitab Al-Muqni karya Ibnu Qudamah rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 03 Sya’ban 1439 H/ 19 April 2018 M.
KAJIAN TENTANG BAB RIBA – KITAB ZADUL MUSTAQNI
Riba secara bahasa berarti bertambah. Secara definisi ada dua bentuk riba. Pertama, riba dayn. Riba ini adalah pertambahan dalam hutang piutang. Baik pertambahan diawal ataupun pertambahan diakhir.

Contohnya, ketika seseorang memberikan pinjaman sebesar satu juta. Lalu dia mensyaratkan untuk dikembalikan setelah sekian waktu dipakai oleh yang meminjam, ada pertambahan. Walaupun pertambahannya hanya satu persen, maka pertambahan ini dinamakan dengan Riba. Kemudian kalau dia terlambat, maka ada pertambahan lagi.
Jenis riba yang kedua, ada enam komoditi. Dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits. Bila komoditi ini ditukar dengan sejenis, ada dua syarat agar tidak terjadi riba. Yaitu tunai dan sama ukurannya. Bila ditukar dengan yang berbeda jenis tapi masih satu kelompok ‘illat, maka boleh berbeda volume atau ukurannya tetapi harus tunai. Bila berbeda kelompok ‘illat dan berbeda jenis tentunya, maka boleh tidak tunai dan boleh juga tidak sama ukurannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ
Bab Riba – Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)
Beranda Download Kajian Ustadz Erwandi Tarmizi Zadul Mustaqni Bab Riba – Kitab Zadul Mustaqni (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

By Radio Rodja | Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018 pukul 5:50 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018 pukul 7:38 pm

Tautan: http://rodja.id/1t8SHARE TWEET SHARE SHARE 0 COMMENTS
Bab Riba adalah kajian yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. yang merupakan rekaman kajian kitab زاد المستقنع في اختصار المقنع atau populer dengan sebutan Kitab Zadul Mustaqni. Kitab ini merupakan kitab fiqih Madzhab Hanbali, karya Syaikh Syarifuddin Abu Naja Musa bin Ahmad Al-Hajawi rahimahullah dan merupakan ringkasan dari Kitab Al-Muqni karya Ibnu Qudamah rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 03 Sya’ban 1439 H/ 19 April 2018 M.


Download kajian sebelumnya: Serah Terima Barang Yang Dijual – Kitab Zadul Mustaqni

Download juga Kitab Zadul Mustaqni – Format PDF di sini

KAJIAN TENTANG BAB RIBA – KITAB ZADUL MUSTAQNI
Riba secara bahasa berarti bertambah. Secara definisi ada dua bentuk riba. Pertama, riba dayn. Riba ini adalah pertambahan dalam hutang piutang. Baik pertambahan diawal ataupun pertambahan diakhir.

Contohnya, ketika seseorang memberikan pinjaman sebesar satu juta. Lalu dia mensyaratkan untuk dikembalikan setelah sekian waktu dipakai oleh yang meminjam, ada pertambahan. Walaupun pertambahannya hanya satu persen, maka pertambahan ini dinamakan dengan Riba. Kemudian kalau dia terlambat, maka ada pertambahan lagi.

Baca Juga: Perbedaan Akal dengan Fikiran
Jenis riba yang kedua, ada enam komoditi. Dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits. Bila komoditi ini ditukar dengan sejenis, ada dua syarat agar tidak terjadi riba. Yaitu tunai dan sama ukurannya. Bila ditukar dengan yang berbeda jenis tapi masih satu kelompok ‘illat, maka boleh berbeda volume atau ukurannya tetapi harus tunai. Bila berbeda kelompok ‘illat dan berbeda jenis tentunya, maka boleh tidak tunai dan boleh juga tidak sama ukurannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

Baca Juga: Akad-akad Investasi: Akad Jual Beli Salam (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)
“Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum bulat dijual dengan gandum bulat, sya’ir (salah satu jenis gandum panjang) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim)

Begitu juga menukar sesuatu yang bisa dikiaskan dengan salah satu dari enam komoditi ini.
selamat menyimak semoga bermanfaat,

Kategori
Ustadz Erwandi Tarmizi
Label
riba, bahaya riba, riba dan sharf, erwandi tarmidzi, harta haram, harta haram muamalat kontemporer, kajian islam, bank riba, hukum kerja di bank

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar