RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Peran Nasehat dalam Pendidikan (Fiqh al Usrah) l Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Kholid Syamhudi
7 Dilihat

Deskripsi

Peran Nasihat dalam Pendidikan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usra (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 26 Rabiul akhir 1439 H / 13 Januari 2018 M.
KAJIAN ILMIAH TENTANG PERAN NASIHAT DALAM PENDIDIKAN – FIQHUL USRAH
Peran nasihat sangatlah mendesak. Sehingga banyak ulama yang menyampaikan bahwa diantara pokok-pokok penting dalam pembinaan dan pendidikan adalah terus menerus dalam menasihati dan mengarahkan anak-anak binaan kita. Baik anak kita, anak murid kita ataupun audiensi dakwah kita.

Hal ini dapat dilihat dari banyak contoh yang disampaikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah firman Allah:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّـهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿١٣﴾
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar” (QS. Luqman[31]:13)
Disini Allah ceritakan bahwa Luqman menasihati anaknya. Dan tidak mungkin Allah akan sampaikan kisah Luqman ini kecuali karena begitu besarnya faidah dari sebuah nasihat kepada anak-anaknya. Sehingga menasihati anak-anak kita adalah perkara yang terus ada dalam kehidupan orang tua atau kehidupan seorang da’i. Tidak hanya dibatasi dengan usia tertentu.

Banyak diantara orang tua yang berfikir bahwa anaknya tidak perlu lagi dinasihati ketika anaknya sudah dewasa, mandiri atau berkeluarga dan mempunyai anak. Padahal Allah mencontohkan pada kisah lainnya. Yaitu kisah Ya’qub kepada anak-anaknya. Ketika Ya’qub akan meninggal dunia mengatakan:

…قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي…
“…ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?”…” (QS. Al-Baqarah[2]:133)

Nabi Ya’qub ketika itu usianya sudah tua karena akan meninggal dunia. Dan kita ketahui dalam sejarah bahwa Nabi Yusuf yang telah menjadi tokoh besar di Mesir dan Nabi Ya’qub masih hidup. Ini menunjukkan bahwa beliau menyampaikan nasihatnya kepada anak-anaknya yang sudah cukup dewasa. Kisah ini menunjukkan bahwa memberikan nasihat, memberikan petunjuk, bimbingan kepada anak-anak kita tidak dibatasi dengan usia tertentu.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS