RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Perdamaian Antara Hasan bin Ali dengan Muawiyah #1 l Ustadz. Dr. Ali Musri Samjan Putra, M.A.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Ali Musri Semjan Putra
23 Dilihat

Deskripsi

Perdamaian Antara Hasan bin Ali dengan Muawiyah Radhiyallahu ‘anhu merupakan ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. dalam pembahasan Faedah-Faedah Sejarah Islam. Kajian ini disampaikan pada 18 Muharram 1440 H / 28 September 2018 M.

Pada kajian yang lalu kita telah membahas bagaimana dimulainya langkah-langkah perdamaian antara Hasan bin Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abi Sofyan radhiyallahu ‘anhu. Maka kelanjutan dari langkah-langkah perdamaian yang telah diupayakan oleh kedua belah pihak. Dimana keduanya berhadapan dengan pasukan masing-masing atau berhadapan di daerah Iraq.

Pendukung Hasan bin Ali memaksa Hasan bin Ali untuk menghadapi Muawiyah dengan kekuatan. Sehingga akhirnya Hasan bin Ali mengikuti kemauan mereka agar tidak terjadi kegaduhan diawal kekuasaannya. Maka setelah pasukan tersebut berhadapan, ‘Amr bin Ash memberikan masukan kepada Muawiyah. Dimana jika benar terjadi pertempuran, tentu akan jatuh korban yang sangat banyak. Maka Muawiyah berupaya untuk mengirim dua orang kepada Hasan bin Ali untuk memberikan tawaran. Hasan bin Ali meminta jaminan terhadap tawaran dari Muawiyah. Maka kedua sahabat tersebut menjamin bahwa Muawiyah akan komitmen dengan segala tawaran-tawaran yang disampaikan kepada Hasan bin Ali bin Abi Thalib.

Dari awal, Hasan juga sebenarnya berkeinginan untuk menyelesaikan masalah secara damai dan kekeluargaan serta tidak menginginkan tertumpahnya darah dalam kekuasaannya. Setelah itu dia berpidato di hadapan pendukungnya, “Saya berharap bahwa saya adalah orang yang paling betul dalam membuka perdamaian bagi para hamba Allah. Saya tidak akan membawa kemarahan dan kedengkian terhadap siapapun. Saya juga tidak menginginkan suatu kerugian dengan perdamaian ini. Ketahuilah, sesungguhnya apa yang kalian benci dalam persatuan tapi kalian bersatu lebih baik bagi kalian dari pada kalian mendapatkan apa yang kalian harapkan tetapi kalian berpecah-belah.”

Pelajaran untuk kita semua, para pemimpin kaum muslimin, para tokoh politik, para pemuka masyarakat, nasihat ini sangat dalam sekali. Tetap bersatu adalah lebih baik walaupun didalamnya banyak hal-hal yang mungkin tidak menyenangkan bagi kalian dari pada kalian mendapatkan apa yang kalian sukai tapi kalian berpecah-belah. Salah satu fitnah terbesar yang menimpa umat ini adalah berpecah-belah.
Terkadang kita beselisih karena berbeda pendapat, berbeda pandangan, tidak tercapainya kemauan-kemauan, bukan berbeda pendapat karena perkara-perkara yang sifatnya prinsip. Tapi mungkin karena perkara duniawi, masalah gaji, masalah kedudukan, masalah profesi, masalah jasa dan segalam macamnya. Secara khusus apa yang terjadi di dunia dakwah. Ini sangat sungguh menyedihkan. Tentu dengan bersatunya kaum muslimin, berkumpulnya para da’i dalam sebuah lembaga yang tentu memperkuat lembaga itu sendiri. Mempersatukan perjuangan, disusunnya program-program yang sangat bermanfaat bagi umat.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS