Raudhatul 'Uqola: Larangan Tamak Mengharapkan Pemberian Manusia l Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
33 Dilihat
Larangan Tamak Mengharapkan Pemberian Manusia merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. dalam pembahasan Kitab Raudhatul Uqala wa Nuzhatul Fudhala (tamannya orang-orang yang berakal dan tamasyanya orang-orang yang mempunyai keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad ibnu Hibban al-Busty Rahimahullah. Kajian ini disampaikan pada 9 Jumadal Awwal 1440 H / 16 Januari 2019 M.

KAJIAN TENTANG LARANGAN MENGHARAPKAN BANTUAN DAN PEMBERIAN MANUSIA

عَنْ أَبِـي الْعَبَّاسِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ؛ قَالَ : أَتَىَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِِ ! دُلَّنِـيْ عَلَـىٰ عَمَلٍ إِذَا أَنَا عَمِلْتُهُ أَحَبَّنِيَ اللهُ وَأَحَبَّنِيَ النَّاسُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «اِزْهَدْ فِـي الدُّنْيَا ، يُـحِبُّكَ اللّٰـهُ ، وَازْهَدْ فِيْمَـا فِي أَيْدِى النَّاس ، يُـحِبُّكَ النَّاسُ». حَدِيْثٌ حَسَنٌ ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَغَيْرُهُ بِأَسَانِيْدَ حَسَنَةٍ

Dari Abul ‘Abbas Sahl bin Sa’d as-Sa’idi Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu berkata, ‘Wahai Rasulullah! Tunjukkan kepadaku satu amalan yang jika aku mengamalkannya maka aku akan dicintai oleh Allah dan dicintai manusia.” Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya engkau dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya engkau dicintai manusia.” (HR. Ibnu Hibban)

Zuhud dalam kehidupan dunia akan mendatangkan cinta Allah kepada kita. Hakikat zuhud terhadap kehidupan dunia artinya hati kita tidak terpaut dengan dunia walaupun kita memiliki dunia. Kita tidak simpan dunia itu di hati kita. Namun hati kita dipenuhi dengan cinta akhirat, cinta Allah, dan RasulNya, mengharapkan keridhaan Allah semata, mengharapkan pahala akhirat dan surgaNya. Tetap ia mencari dunia tapi dunia dijadikan wasilah untuk meraih kehidupan akhirat. Maka orang seperti ini pasti dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Demikian pula zuhud terhadap apa yang dimiliki oleh manusia. Artinya kita tidak mengharapkan pemberian mereka, tidak mengharapkan bantuan mereka. Jangan sampai hati kita mengharapkan dari mereka. Seorang mukmin itu harus punya jiwa mandiri. Dia harus kuat. Tawakal dia hanya kepada Allah, bukan kepada manusia. Dia hanya berharap kepada Allah, bukan kepada manusia. Dia tidak mengharapkan sama sekali pemberian dari manusia. Dia hanya mengharapkan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala saja.

Sebagaimana Rasulullah bersabada kepada ‘Umar bin Khattab. Waktu itu ‘Umar diberi oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pemberian. Lalu ‘Umar berkata, “Ya Rasulullah, berikan saja kepada yang lebih susah hidupnya dariku.” Kata Rasulullah, “Ambil wahai ‘Umar selama hatimu tidak mengharap-harapkan untuk diberi, ambil saja.”

Jadi selama hati kita tidak mengharap-harap. Tapi kalau kita sudah mengharap-harapkan, terkadang ketika kita terbiasa diberi, akhirnya kita jadi ada pengharapan. Ketika tidak diberi lagi, terkadang marah. Tentu ini menunjukkan bahwa kita belum zuhud terhadap apa yang ada pada manusia, masih ada ketamakan pada hati kita terhadap apa yang ada pada manusia.

selamat menyimak semoga bermanfaat.
Download rekaman audionya melalui: https://www.radiorodja.com/46737-larangan-mengharapkan-bantuan-dan-pemberian-manusia/
Kategori
Ustadz Abu Yahya Badrusalam

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar