Risalah Muslimah : Petunjuk Al Qur'an Untuk Berbuat Baik Kepada Wanita l Ustadz Ahmad Zainudin, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
62 Dilihat
Beberapa Petunjuk Al-Qur’an Tentang Berbuat Baik Kepada Wanita adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Risalah Penting Untuk Muslimah, sebuah kitab buah karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr Hafidzahullah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. pada 9 Jumadal Awwal 1440 H / 16 Januari 2019 M.

Pada kesempatan ini kita membaca “Beberapa petunjuk Al-Qur’an tentang berbuat baik kepada wanita” Berarti di dalam bab ini nanti kita akan meneliti beberapa ayat suci Al-Qur’an yang ayat tersebut memberikan pelajaran agar seorang Muslim laki-laki berbuat baik kepada Muslimah. Apa saja perbuatan baik yang disyariatkan di dalam syariat Islam?

Penulis Hafidzahullahu Ta’ala bahwa barangsiapa yang memperhatikan Kitabullah Al-Qur’anul Karim yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah turunkan atas hamba-hambaNya sebagai petunjuk, sebagai rahmat, sebagai cahaya, sebagai penerang, sebagai peringatan untuk orang-orang yang mengingat, maka niscaya ia akan mendapati di dalam Al-Qur’an tersebut perhatian yang sangat besar tentang perempuan.

Al-Qur’an sangat memperhatikan tentang perempuan. Dan terdapat perintah yang sangat mendalam untuk selalu menjaga hak-hak perempuan. Dan didalamnya terdapat peringatan sangat keras dari berbuat dzalim kepada perempuan dan memperlakukannya semena-mena. Dan di dalam Al-Qur’an Al-Karim, terdapat ayat-ayat yang mulia, yang menetapkan perkara ini. Dan ayat-ayat tersebut sangatlah banyak. Bahkan di dalamAl-Qur’an terdapat surat An-Nisa yang artinya surat wanita. Dan di dalam surat tersebut terdapat beberapa ayat yang berkaitan dengan perempuan. Dan didalamnya terdapat penjelasan apa yang dimiliki oleh para perempuan berupa hak-hak yang sangat agung.

Oleh karena itu setelah ini penulis akan menyebutkan ayat-ayat dalam Al-Qur’an tentang hak-hak perempuan, tentang seorang lelaki wajib berbuat baik kepada para perempuan. Dan termasuk petunjuk-petunjuk Al-Qur’an tentang berbuat baik kepada para perempuan diantaranya adalah:

Pertama, yaitu perintah untuk bergaul dengan perempuan didalam batasan-batasan yang ma’ruf dan batasan-batasan kebaikan. Sesuai dengan batasan-batasan agung dan kaidah-kaidah yang lurus. Dan terdapat larangan untuk mendzaliminya atau melampaui batasan-batasan Allah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah syariatkan untuk hamba-hambaNya saat berhubungan dengan perempuan tersebut. Ayat yang menunjukkan akan hal ini yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat ke-229, kita baca ayatnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ ۗ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا إِلَّا أَن يَخَافَا أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّـهِ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّـهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّـهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا ۚ وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّـهِ فَأُولَـٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ﴿٢٢٩﴾
“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali sesuatu dari yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah[2]: 229)

Al-Baqarah ayat ke-230:

فَإِن طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِن بَعْدُ حَتَّىٰ تَنكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ ۗ فَإِن طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَن يَتَرَاجَعَا إِن ظَنَّا أَن يُقِيمَا حُدُودَ اللَّـهِ ۗ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّـهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ﴿٢٣٠﴾
“Kemudian jika si suami mentalaknya (sesudah talak yang kedua), maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.” (QS. Al-Baqarah[2]: 230)
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Ahmad Zainuddin
Label
ceramah agama islam, rodajtv, radio rodja, kajian islam, dakwah tauhid, manhaj salaf, ceramah pendek, rodjatv, kajian muslimah, muslimah, islam, dakwah islam, dakwah

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar