Sifat Shalat Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam #1 l Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
49 Dilihat
Sifat Shalat Sunnah Nabi ini merupakan bagian dari pembahasan silsilah dauroh fiqih shalat yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Ahad, 29 Jumadal Awwal 1440 H / 05 februari 2019 M di Masjid Al-Barkah, Kompleks Rodja, Cileungsi.

Apa keutamaan shalat sunnah?

1. Ibadah Yang Paling Utama

Shalat sunnah adalah ibadah sunnah yang paling utama. Mana yang lebih utama antara shalat sunnah dengan puasa sunnah? Maka jawabannya adalah shalat sunnah lebih utama daripada puasa sunnah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلاَةُ وَلاَ يُحَافِظُ عَلَى الْوُضُوءِ إِلاَّ مُؤْمِنٌ
“Istiqamahlah kalian, dan kalian tidak akan mampu untuk istiqomah dengan sempurna. Ketahuilah, sesungguhnya amalan kalian yang paling utama adalah shalat. Tidak ada yang menjaga wudhu melainkan ia adalah seorang mukmin.” (HR. Ibnu Majah)

Disini Nabi mengatakan amalan yang terbaik adalah shalat. Berarti shalat sunnah adalah amalan terbaik kalau dibandingkan dengan ibadah-ibadah lain yang sunnah.

2. Menambah Derajat di Surga

Keutamaan selanjutnya, bahwa shalat sunnah itu menambah derajat di dalam surga. Sebagaimana dalam hadits Rabiah bin Malik Al-Aslami ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Rabiah:

سَلْ ، فَقُلْتُ : أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ ، قَالَ : أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ ، قُلْتُ : هُوَ ذَاكَ ، قَالَ : فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
“Mintalah sesuatu!’ Maka sayapun menjawab, ‘Aku meminta hai Rasulullah agar bisa menjadi temanmu di Surga’. Beliau menjawab, ‘Adakah selain itu?’. ‘Itu saja ya Rasulullah’, jawabku. Maka Rasulullah bersabda, ‘Kalau begitu, bantulah aku atas dirimu untuk memperbanyak sujud (shalat)” (HR. Muslim)

Lihatlah, Sahabat ini minta kepada Rasulullah supaya bisa menemani Rasulullah. Tapi Rasulullah juga minta kepada Sahabat ini amalan apa yang bisa menyebabkan ia bisa menjadi teman Rasulullah di surga. Kata Rasulullah, “Perbanyaklah shalat.”

Dalam hadits Tsauban, bahwa ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang amalan apa yang bisa memasukkan ke surga? Maka Rasulullah bersabda:

عليكَ بِكَثْرةِ السُّجُودِ، فإِنَّك لَنْ تَسْجُد للَّهِ سجْدةً إلاَّ رفَعكَ اللَّهُ بِهَا دَرجَةً، وحطَّ عنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu” (HR. Muslim)

3. Menambal Kekurangan Shalat Fardhu

Apa yang dimaksud dengan menambal kekurangan di sini? Yang dimaksud di sini adalah kekurangan ketika kita melakukan shalat fardhu. Misalnya shalatnya khusyu’ atau misalnya didalam shalatnya terjadi kekurangan. Bukan yang dimaksud di sini artinya terkadang kita shalat terkadang kita tidak. Karena shalat fardhu yang ditinggalkan secara sengaja tidak bisa ditambal oleh shalat sunnah. Karena itu dosa besar sekali. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas, murtad dari agama Islam. Itu pendapat Imam Ahmad bin Hambal.

Jadi yang dimaksud dengan menutupi kekurangan shalat fardu di sini bukan artinya seseorang meninggalkan shalat fardhu secara sengaja. Tapi maksudnya ketika kita shalat fardu terkadang ada kekurangan-kekurangan. Dalam kekhusyuannya, dalam keikhlasan, atau ternyata setelah kita shalat merasa bangga dengan kelebihan shalat kita akhirnya Allah batalkan amalnya.

Nah, dengan shalat-shalat sunnah itulah kekurangan tersebut akan ditutup. Berdasarkan hadits ‘Ammar bin Yasir ia berkata bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْرُ صَلَاتِهِ تُسْعُهَا ثُمْنُهَا سُبْعُهَا سُدْسُهَا خُمْسُهَا رُبْعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا
“Sesungguhnya ada seseorang yang benar-benar mengerjakan shalat, namun pahala shalat yang tercatat baginya hanyalah sepersepuluh (dari) shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepetujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, dan seperduanya saja.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Selamat menyimak semoga bermanfaat.
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam
Label
rodjatv radio rodja, kajian islam, ceramah pendek, ceramah singkat, kajian salaf, dakwah tauhid, rodjatv, radio rodja, kajian sunnah, sifat shalat nabi, shalat sesuai sunnah, bimbingan shalat, tatacara shalat

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar