Silsilah al Ahadits Ash-Sohihah No.1547 - 1551 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
73 Dilihat
Keutamaan Para Sahabat – Hadits 1547-1551 merupakan kajian Islam yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. dalam pembahasan Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah. Kajian hadits ini disampaikan pada 01 Rajab 1439 H / 18 Maret 2018 M
KAJIAN ISLAM TENTANG KEUTAMAAN PARA SAHABAT – HADITS 1547-1551 – SILSILAH AL-AHADITS ASH-SHAHIHAH
Hadits 1547

أوقدوا، واصطنعوا، أما إنه لا يُدرك قومٌ بعد كم صاعكم ولا مدكم

“Silahkan nyalakan api dan berbuatlah sesuatu. Ketahuilah bahwa kaum setelah kalian tidak akan sampai kepada sha’ dan tidak pula mudnya para sahabat“.

Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan para sahabat. Dinama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa satu mud infaqnya para sahabat dapat mengalahkan infaq umatnya yang sangat banyak setelah itu.

Dalam riwayat Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabada:

لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.”
Ini menunjukkan betapa agungnya para sahabat. Sampai infak kita dizaman sekarang dengan emas satu gunung tidak bisa mengalahkan infak mereka satu mud. Siapakah diantara kita yang berinfak dengan emas satu gunung? Tentu ini tidak ada.

Apa yang membuat mereka demikian? Mereka berinfak satu mud tapi pahalanya jauh lebih besar dari kita. Tentu yang membuat mereka seperti itu adalah yang ada di dada-dada mereka. Berupa keikhlasan, ketakwaan, dan kejujuran.

Ini juga menunjukkan bahwa seorang manusia ketika semakin ikhlas, semakin takwa, maka amalan yang sedikit menjadi besar disisi Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu jika kita ingin seperti para sahabat, berarti iman kita harus seperti para sahabat. Dan hal itu mustahil. Tidak mungkin mencapai keimanan para sahabat. Namun setidaknya kita berusaha beramal dan beramal.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/
Kategori
Ustadz Abu Yahya Badrusalam
Label
silsilah al hadist, as sholhihah, abu yahya badrusalam, kajian hadist, kajian singkat, sunnah, salaf, salafy, kajian agama islam, kajian sunnah, ceramah sunnah, rodjtv, radio rodja

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar