Syarah Aqidah: Bab 6 Tauhid Asma wa Shifat l Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
90 Dilihat

Berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah: “Adapun tauhid asma’ wa sifat maknanya adalah mengimani semua yang tertera dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih dari nama-nama Allah dan sifat-sifatNya. Kita menetapkan nama-nama dan sifat-sifat tersebut untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dengan keagunganNya”

Jadi yang dimaksud dengan tauhid asma’ wa sifat yaitu kita menetapkan untuk Allah Tabaraka wa Ta’ala nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang mulia yang telah Allah tetapkan untuk diriNya dalam Al-Qur’an dan ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sunnahnya sesuai keagungan Allah ‘Azza wa Jalla. Karena penyandaran nama-nama dan sifat-sifat ini kepada Allah berkonsekuensi bahwasanya nama-nama dan sifat-sifat tersebut khusus untuk Allah ‘Azza wa Jalla.

Dalilnya adalah Firman Allah Tabaraka wa Ta’ala:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ ﴿١١﴾
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” (QS. Asy-Syura[42]: 11)

Juga firman Allah:

هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا
“Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia?” (QS. Maryam[19]: 65)

Juga firman Allah:

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
“dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.” (QS. Al-Ikhlas[112]: 4)

Juga firman Allah:

فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّـهِ الْأَمْثَالَ
“Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah.” (QS. An-Nahl[16]: 74)

Juga firman Allah:

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّـهِ أَندَادًا
“karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah,” (QS. Al-Baqarah[2]: 22)

Maka Allah mempunyai nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang mulia yang harus ditetapkan sesuai dengan apa yang tertera dalam kitab dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kita tidak boleh melangkahi Al-Qur’an dan al-Hadits sebagaimana perkataan Imam Ahmad Rahimahullah bahwa kita mensifati Allah dengan sesuatu yang Allah sifatkan diriNya dengan sifat tersebut, juga dengan sesuatu yang disifatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepadaNya. Kita tidak boleh melangkahi Al-Qur’an dan al-Hadits.

Berkata Syaikh bin Baz Rahimahullah:

من غير تحريف ولا تعطيل ولا تكييف ولا تمثيل
Yaitu kita menetapkan asma’ wa sifat tanpa merubah, tanpa menolak, tanpa menentukan bentuknya, dan tanpa memisalkannya.

Ini adalah empat perkara yang diperingatkan oleh Asy-Syaikh Rahimahullah dari perkara-perkara tersebut. Dan bahwasanya wajib bagi kita untuk menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berhati-hati.

Jangan sampai kita terjatuh dari kepada salah satu perkara yang telah diperingatkan oleh beliau. Karena setiap perkara dari perkara-perkara yang disebutkan tadi adalah bentuk penyimpangan dalam tauhi asma’ wa sifat. Dan Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman:

وَلِلَّـهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٨٠﴾
“Hanya milik Allah nama-nama yang indah, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut nama-nama tersebut itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf[7]: 180)
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/

Kategori
Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas Ceramah Agama Islam
Label
kajian islam, tabligh akbar, yazid jawas, ustadz yazid, kajian sunnah, dakwah tauhid

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar