Syarah Aqidah : Kewajiban Ittiba' Salafush Shalih Bab 6 l Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
561 Dilihat

Kewajiban Ittiba’ (Mengikuti Jejak) Salafush Shalih dan Menetapkan Manhajnya merupakan ceramah agama dan kajian Islam Ilmiah dengan pembahasan masalah ‘aqidah, disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas di Radio Rodja dan RodjaTV, pada Sabtu pagi, 4 Shafar 1440 H / 13 Oktober 2018 M.

Kitab ini, Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah pada hakikatnyanya sudah selesai kita bahas. Setelah berjalan kurang lebih hampir delapan tahun. Tetapi karena banyaknya kaum muslimin dan muslimat yang baru tahu tentang aqidah Salaf, tentang manhaj Salaf, dan sebagian besar juga baru ngaji, maka saya mengulangi tentang masalah aqidah ini karena ini merupakan masalah yang penting. Terlebih lagi kalau kita lihat banyak juga para da’i, para ustadz, para penceramah yang tidak tahu tentang aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Pertama, banyak orang menyebut mereka mengikuti Ahlus Sunnah wal Jama’ah tapi kenyataannya jauh dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Banyak orang mengaku Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tapi secara aqidah sangat jauh dengan apa yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang diyakini dan dipahami oleh para Sahabat dan diamalkan oleh mereka, yang diyakini oleh para Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in, para Imam-Imam yang dimuliakan oleh Allah.

Jadi, aqidah ini banyak yang mereka tidak tahu. Mereka hanya mengaku saja mengikuti aqidah ini, tapi kenyataannya mereka hanya mengaku. Maka kajian seperti ini harus sering diulang, supaya orang tahu tentang aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tentang Manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tentang aqidah Salaf, manhaj Salaf, harus sering diulang. Sehingga orang betul-betul tahu tentang aqidah ini, tentang manhaj ini. Sehingga mereka berjalan diatas jalan ini.

Kedua, banyak juga para da’i, para ustadz, para kyai, mereka tidak tahu tentang aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Karena buku-buku yang mereka baca tidak sesuai dengan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang difahami oleh para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Ketiga, adanya orang-orang yang intisab (menisbatkan dirinya) kepada Salaf, menisbatkan dirinya kepada Ahlus Sunnah, tapi mereka hanya tahu secara umum saja, secara global, tetapi secara rinci tidak tahu. Padahal kita harus tahu dengan rinci. Dan dalam buku Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah ini dijelaskan rincian dari Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Meskipun belum seluruhnya, tapi itu Insyaallah sudah banyak mencakup dari apa yang diyakini dan difahami oleh Salafush Shalih. Jadi, ini penting untuk kita ulang dan terus kita ulang supaya betul-betul aqidah ini menjadi keyakinan.

Sebab orang, ketika dia belajar, ketika dia menuntut ilmu, yang pertama kali dipelajari dari ilmu itu adalah benar atau tidak. Sebab banyak orang belajar ilmunya tidak benar. Misalnya seseorang belajar ilmu kalam, filsafat atau tasawuf atau yang lain, bukan wahyu yang dipelajari. Maka ketika kita mengatakan “menuntut ilmu”, yang dimaksud adalah mempelajari Al-Qur’an dan Sunnah, mempelajari wahyu yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Al-Qur’an dan Sunnah ini harus difahami dengan pemahaman para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in. Karena mereka yang paling tahu tentang Qur’an, mereka paling tahu tentang Sunnah, mereka yang pertama kali beriman dan mereka yang pertama kali mengamalkan, mereka yang pertama kali mendakwahkan, dan mereka yang pertama kali juga berjihad menegakkan agama ini sebelum manusia menegakkan agama ini. Artinya, ada orang-orang yang ikhlas yang berjuang menegakkan agama ini, tapi jelas yang pertama kali menegakkan agama ini adalah para Sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in.

Maka dari itu, ilmunya harus jelas dulu. Kemudian setelah ilmu yang dipelajari jelas, Qur’an Wa Sunnah Ala Fahmi Salaf, yang kedua harus ada i’tiqad (keyakinan) dengan apa yang dikai, dengan dipelajari, dengan apa yang dipahami. Sebab ada orang belajar tapi tidak yakin, tidak ada manfaatnya pelajaran itu. Disamping dia harus memahami dan dia wajib meyakini. Karena tidak dikatakan ilmu kecuali dengan paham. Setelah itu diyakini.

Artinya dia harus meyakini dengan keyakinan yang benar dari hatinya dan dia betul-betul mengimani aqidah ini haq dan dia wajib berjalan diatas jalan ini. Kalau dia ingin selamat, dia wajib berjalan diatas jalan ini.
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/

Kategori
Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas Ceramah Agama Islam
Label
ustadz yazid bin abdul qadir jawas, kajian islam, dakwah tauhid, manhaj salaf, ceramah singkat, syaraqa, syarah aqidah

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar