Tabligh Akbar : Menghitung Dosa l Ustadz Ahmad Zainudin, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
33 Dilihat
Muhasabah atau Menghitung Dosa adalah ceramah agama dan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. langsung dari lapangan bola desa Lompio, belakang kantor desa Lompio, kec. Sirenja, kab. Donggala pada hari Kamis, 21 Robiul Awwal 1440 H / 29 November 2018 M.

Menghitung dosa adalah kebiasaan dari Nabi dan para Salafush Shalih. Kebiasaan Nabi shallallahu alaihi wasallam, para sahabatnya, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Kita sebagai manusia, sudah dituliskan takdirnya oleh Allah sebagai makhluk yang senantiasa tidak terlepas dari dosa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman didalam Al-Quran:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا ﴿٧٢﴾
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,” (QS. Al-Ahzab[33]: 72)

Lihatlah pada ayat ini Allah menyebutkan bahwa manusia selalu berbuat dosa. Maka dari itu kita angkat tema ini agar kita pintar menghitung dosa yang kita tidak terlepas darinya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan dalam hadits riwayat Tirmidzi:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Semua bani Adam pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang segera bertaubat.” (HR. at-Tirmidzi no.2499)

Mari kita hitung dosa-dosa kita dari mulai bangun tidur sampai bangun tidur kembali. Berapa puluh ribu dosa dalam sehari-semalam yang kita lakukan. Baik dengan lisan kita, mata kita, telinga kita, tangan kaki, kemaluan atau dengan hati kita. Sungguh sangat penuh dengan dosa. Maka pantas bagi kita untuk membahas tema ini karena kita adalah makhluk yang tidak lepas dari dosa.

Sebab yang ketiga adalah karena beberapa bulan yang lalu kita dapati musibah yang menimpa kita semua sebagai ujian yang menyedihkan. Kejadian yang menimpa kita semua, maka sudah sepatutnya kita menghitung-hitung dosa dan jangan pernah merasa sedikit dosa.

CARA MENGHITUNG DOSA

Secara bahasa, muhasabah berarti menghitung, menjumlahkan. Adapun secara syariat, muhasabah atau menghitung dosa disebutkan oleh Imam al-Mawardi didalam kitabnya Adabud Dunya wad Din (أدب الدنيا والدين), bahwa hendaknya seseorang membuka-buka kembali saat malamnya apa yang telah ia kerjakan di siang hari. Dia menghitung hitung kembali sebelum dia memejamkan matanya, maka dia membuka-buka kembali lembaran dari mulai dia bangun tidur sampai terbenam matahari. Apa yang dikerjakan. Kalau seandainya yang ia dapati adalah hal yang terpuji maka dilanjutkan perbuatan tersebut. Bahkan dia kembali melakukan perbuatan-perbuatan baik yang semisal dengannya. Tapi jika seandainya dia mendapati ternyata disiang hari dia melakukan perbuatan-perbuatan dosa maka hendaknya dia memperbaikinya.

Ketika kita melakukan kesalahan, kalau seandainya kita bisa meminta maaf, maka segera meminta maaf. Orang yang pernah kita dzalimi disiang hari, kita minta halal dimalam hari. Kita harus berusaha untuk segera memperbaikinya. Terutama dosa-dosa yang berhubungan dengan orang lain.

Pera ulama mengatakan bahwa perselisihan yang tidak diselesaikan di dunia maka dihari kiamat kelak akan dibangun diatas saling menagih. Yang mendzalimi, harus membayar kepada yang terdzalimi. Dan pada hari kiamat, membayarnya bukan dengan uang, bukan dengan emas ataupun perak. Tetapi membayarnya dengan pahala. Kalau seandainya habis pahala yang ditransfer, dia kan menanggung dosa orang yang didzalimi.

Sebagian ulama mengatakan bahwa muhasabah adalah melihat dalam amalan-amalan seseorang kemudian memperbaiki yang salah dan melanjutkan yang shalih. Inilah yang dinamakan muhasabah.

DALIL MUHASABAH

Muhasabah atau menghitung dosa adalah sebuah ibadah. Ibadah tersendiri sebagaimana kita shalat. Maka muhasabah adalah ibadah yang ada kaitannya dengan hati. Semua ibadah yang ada kaitannya dengan hati maka ibadah itu agung. Imam Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa amalan hati lebih agung daripada amalan lahiriyah.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam
Label
ceramah agama, ceramah agama islam, rodjatv, radio rodja, kajian salaf, ceramah, dakah tauhid, dosa, berdosa, taubat, taubat kepada allah, tata cara taubat, ustadz ahmad zainudin, menghitung dosa, muhasabah, sadar diri, kajian pendek, ceramah pendek, cerpen, kajian sunnah, dakwah tauhid, dakwah islam, kajian, ustadz ahmad z

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar