Tafsir al Quran Surat al Baqarah Ayat 102-103 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam,Lc)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
51 Dilihat

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 102 – 103 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV pada Selasa, 14 Sya’ban 1439 H / 01 Mei 2018 M.
KAJIAN TAFSIR AL-QURAN: TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 102 – 103
Dalam ayat ke 102 ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُم بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ ﴿١٠٢﴾

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah[2]: 102)
Ayat ini sebagaimana yang telah kita sebutkan bahwa orang-orang Yahudi mengklaim sihir yang mereka lakukan itu berasal dari ajaran Nabi Sulaiman. Maka Allah ingin membantah orang-orang Yahudi itu. Sedangkan sihir sendiri sudah ada sebelum zaman Nabi Sulaiman.

FAIDAH AYAT:
Syaikh Utsaimin rahimahullah mengatakan faidah dari ayat ini:

Pertama, orang-orang Yahudi mengambil sihir itu sebetulnya dari para setan dan bukan dari Nabi Sulaiman. Disebutkan dalam sebuah atsar bahwa Nabi Sulaiman mengambil sihir-sihir yang diajarkan oleh setan. Kemudian disembunyikanlah oleh Nabi Sulaiman. Maka setan ini ingin mengambil sihir-sihir tersebut. Maka kemudian setan itu berkata kepada orang-orang, “Sesungguhnya ada sesuatu yang diajarkan oleh Nabi Sulaiman dengan ilmu itu dia bisa menguasai para jin”. Kemudian mereka membongkarnya lalu mereka mempelajari ilmu tersebut dan mereka mengira bahwa itu merupakan ajaran Nabi Sulaiman. Padahal bukan sama sekali.
Kedua, ayat ini menunjukkan bahwa sihir berasal dari perbuatan setan. Namun sebagaimana sudah kita sebutkan, diantara sihir itu sudah mengeluarkan pelakunya dari Islam. Yaitu apabila disertai dengan taqarrub (pendekatan diri) kepada jin seperti menyembelih sebagai kurbannya. Ada juga yang belum. Yaitu ketika tidak mengandung taqarrub kepada para setan.

Ketiga, setan-setan dahulu melakukan sihir dizaman Nabi Sulaiman. Padahal Nabi Sulaiman mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa. Dan Nabi Sulaiman tidak menyetujui dan mengajarkan sihir sama sekali. Adapun kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman, itu semua mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman. Tentu berbeda antara mukjizat dengan sihir. Kalau mukjizat dari Allah sedangkan sihir dari setan. Sihir dipelajari, sedangkan mukjizat atau karomah itu datang sendiri. Meskipun terdapat persamaannya. Yaitu sama-sama yang luar biasa.
Maka jika ada seseorang yang bisa mendemokan karomahnya, yakini bahwa itu sihir. Karomah itu tidak bisa diulang. Bahkan terkadang seseorang tidak merasakannya.
selamat menyimak semoga bermanfaat,
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Kategori
Ustadz Abu Yahya Badrusalam
Label
kajian islam, kajian sunnah, ceramah singkat, ceramah agama islam, rodjatv, radio rodja, abu yahya badrusalam, aqidah, sunnah, salaf, salafy, tafsir al quran, al baqarah, tafsir quran, tafsir sunnah

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar