RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tafsir al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 107-108 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam,Lc)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Yahya Badrusalam Murattal Al-Qur’an
188 Dilihat

Deskripsi

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 107 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV pada Selasa, 18 Dzul Qa’idah 1439 H / 31 Juli 2018 M.
KAJIAN TAFSIR AL-QURAN: TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 107
Dalam ayat ke 107 ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّـهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ اللَّـهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ ﴿١٠٧﴾

“Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.” (QS. Al-Baqarah[2]: 107)

Imam ibnu Katsir berkata menafsirkan ayat ini. Allah membimbing, bahwasannya yang mengatur makhluk-makhlukNya sesuai dengan kehendakNya hanyalah Dia saja. Maka ciptaan dan perintah itu semua milik Allah dan Allah lah yang mengaturnya. Sebagaimana Allah menciptakan sesuai dengan kehendakNya, Allah menjadikan bahagia ataupun sedih siapa yang Allah kehendaki. Allah menjadikan yang satu sakit dan yang satu lagi sehat. Allah juga memberikan taufiq kepada siapa yang Allah kehendaki. Allah juga menghinakan siapa yang Allah kehendaki. Maka demikian pula Allah menghukumi hamba-hambaNya apa yang Allah kehendaki. Allah memberikan aturan-aturan yang Allah kehendaki. Allah menghalalkan ataupun mengharamkan apa yang Allah kehendaki. Dan tentunya itu semua tidak lepas dari ilmuNya.

Perbuatan Allah tidak terlepas dari ilmu, hikmah dan keadilan. Maka Allah berbuat dengan ilmu, dengan hikmah dan keadilan dibalik semuanya. Maka Allah yang menurunkan hukum yang Allah inginkan dan tidak boleh ada orang yang mengomentari hukumNya. Karena sepintar apapun manusia tetaplah ilmunya sedikit. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

…وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٨٥﴾

“…dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit“.” (QS. Al-Isra'[17]: 85)

Bagaimana manusia yang ilmunya sangat sedikit mau mengomentari pencipta alam semesta yang ilmunya sangat luas sekali? Kalaulah tujuh lautan adalah tinta dan digunakan untuk menulis ilmu Allah, maka tujuh lautan itu akan habis sementara ilmu Allah masih sangat banyak belum tertulis. Maka kita tidak boleh mempertanyakan perbuatan-perbuatan Allah. Itu hak Allah karena Allah yang maha tahu.
Maka kalau ada yang mengatakan bahwa adat istiadat harus didahulukan dari pada syariat, agama mana yang mengatakan demikian? Semua sepakat bahwa adat istiadat adalah buatan manusia, sedangkan syariat turun dari pencipta manusia dan yang memberikan rezeki kepada mereka.
selamat menyimak semoga bermanfaat,
Anda dapat menyimak siaran kami melalui,


Rekaman audio: https://rodja.id/20p
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS