RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tafsir Al Qur'an : Surat Al Baqarah Ayat 114 l Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Yahya Badrusalam Al Quran
30 Dilihat

Deskripsi

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 114 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV pada Selasa, 23 Dzul Hijjah 1439 H / 04 September 2018 M.

KAJIAN TAFSIR AL-QURAN: TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 114
Dalam ayat ke 114 ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَاجِدَ اللَّـهِ أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَـٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿١١٤﴾
“Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.” (QS. Al-Baqarah[2]: 114)
Dzalim menurut bahasa berarti meletakan sesuatu bukan pada tempatnya. Kebalikan dari dzalim adalah adil. Adil berarti meletakan sesuatu pada tempatnya. Dzalim ada dua macam. Yaitu dzalim terhadap diri sendiri dan dzalim terhadap orang lain. Adapun dzalim terhadap diri sendiri berarti melakukan maksiat. Seperti orang yang mengucapkan kata-kata yang dibenci oleh Allah, berzina dan segala sesuatu yang sifatnya maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena Allah tidak mungkin didzalimi. Maka seorang hamba yang berbuat maksiat, hakikatnya ia sudah mendzalimi dirinya sendiri. Jenis dzalim yang kedua adalah dzalim terhadap orang lain. Seperti mengambil hartanya, mengghibahnya, merusak namanya, memukul, mengucurkan darahnya, maka inipun juga dzalim.
Maka orang yang mencegah seseorang dari masjid untuk shalat, membaca al-Qur’an, maka yang seperti demikian masuk dalam ayat ini. Tapi kalau mencegah masjid karena ada maslahat yang lain seperti menghindarkan dari pencurian atau selainnya, maka ini tidak mengapa.

Orang-orang yang mencegah masjid-masjid Allah untuk disebutkan padanya namaNya dan mereka berusaha untuk merobohkan masjid tersebut, maka diberikan oleh Allah suatu kehinaan dan diakhirat diberikan balasan yang pedih.

FAIDAH AYAT:

Pertama, bahwa maksiat memiliki keburukan yang bertingkat-tingkat. Karena Allah mengatakan dalam ayat ini “siapakah paling dzalim?”. Berarti setelah ini ada yang dibawahnya. Maka ini pendapat ahlussunnah wal jama’ah. Bahwa iman bertambah dan berkurang. Sebagaimana kebaikan bertingkat-tingkat, keburukan pun juga bertingkat-tingkat. Maka dari itulah surga dijadikan oleh Allah menjadi seratus tingkat sesuai dengan ketakwaan dan amal shalih. Demikian pula neraka bertingkat-tingkat sesuai dengan keburukannya.
Selamat menyimak semoga bermanfaat.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS