Tafsir Al-Qur'an: Surat Al-Baqarah Ayat 146 - 148 l Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
101 Dilihat
Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 146 – 148 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV pada Selasa, 7 Jumadal Akhirah 1440 H / 12 Februari 2019 M.

KAJIAN TAFSIR AL-QURAN: TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 146 – 148
Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ ﴿١٤٦﴾
“Orang-orang yang telah Kami beri Al-Kitab, mereka mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sekelompok diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah[2]: 146)

Pada kajian sebelumnya kita sudah membahas maknanya. Sekarang kita mengambil faidah-faidahnya. Kata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah diantara faedah ayat ini:

Pertama, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah terkenal dikalangan ahli kitab. Bahkan sebelum Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus saja, orang-orang ahli kitab itu menakut-nakuti orang-orang Musyrikin Quraisy demikian pula orang-orang Musyrikin Khazraj dan ‘Aus yang ada di kota Madinah, bahwa mereka menjanjikan akan datangnya Nabi terakhir. Itu mereka beritakan.

Tapi mereka tidak menyangka kalau ternyata Nabi terakhir dari Bani Ismail, bukan dari Bani Israil. Makanya Allah menyebutkan dalam surat Al-A’raf ayat 157:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ
“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS. Al-A’raf[7]: 157)

Itu termaktub dalam Taurat, termaktub dalam Injil dan mereka membacanya. Tapi ternyata ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam diutus oleh Allah dan ternyata bukan dari Bani Israil, ayat-ayat itu ditutup-tutupi oleh mereka.

Kedua, tidak ada alasan lagi untuk ahli kitab mengingkari risalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena mereka sudah kenal, mereka sudah mendapatkan dalam Taurat, dalam Injil, tentang sifat-sifat Nabi terakhir tersebut. Tapi mereka ternyata mengingkarinya bukan karena menemukan kesalahan pada risalah Nabi Muhammad. Tapi mereka mengingkari karena kedengkian yang ada di hati mereka tersebut.

Ketiga, celaan yang sangat untuk orang-orang yang menyembunyikan kebenaran setelah dia tahu itu benar tapi dia sembunyikan. Maka ini orang sangat tercela sekali.

Kenapa ada orang yang menyembunyikan kebenaran? Banyak sebab, diantaranya adalah kedengkian, karena ternyata kebenaran tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, karena kebenaran tidak sesuai dengan kepentingan dunia mereka dan yang lainnya.

Makanya kata ulama Ahlus Sunnah bahwa ahli bid’ah itu hanya membawakan dalil yang mendukung mereka saja. Sedangkan dalil yang tidak mendukung akan disembunyikan sama mereka.

Sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah menyebutkan dalil yang mendukung maupun yang tidak mendukung mereka. Apalagi seorang ulama, tidak boleh ia menyembunyikan ilmu sama sekali. Kebenaran harus kita sampaikan.
Rekaman audio: https://www.radiorodja.com/
Rodja.TV: https://rodja.tv/
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Abu Yahya Badrusalam Al Quran
Label
ustadz abu yahya badrusalam, kajian islam, dakwah tauhid, manhaj salaf, ceramah agama islam, tafsir quran, surat al baqarah, ustadz abu yahya, kajian islam sunnah, tafsir al qur'an, al baqarah, tafsir surat al baqarah, al baqarah ayat 146, al baqarah 148

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar