Tafsir Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 99-102 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam,Lc)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
36 Dilihat

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 99 – 102 adalah kajian tafsir Al-Quran yang disampaikan oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Kajian ini beliau sampaikan di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV pada Selasa, 7 Sya’ban 1439 H / 24 April 2018 M.

KAJIAN TAFSIR AL-QURAN: TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 99 – 102

Dalam ayat ke 99 ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ أَنزَلْنَا إِلَيْكَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ وَمَا يَكْفُرُ بِهَا إِلَّا الْفَاسِقُونَ ﴿٩٩﴾

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Baqarah[2]: 99)

FAIDAH AYAT:

Syaikh Utsaimin rahimahullah mengatakan faidah dari ayat ini:

Pertama, ayat ini menunjukkan keagungan Al-Qur’an. Karena Allah menisbatkan Al-Qur’an kepada diriNya. Allah yang telah menurunkan melalui malaikat Jibril. Al-Qur’an adalah firman-firman Allah yang keajaibannya tak pernah ada habis-habisnya. Rahasia-rahasia dan ilmu yang terkandung didalamnya sangat luar biasa.

Kedua, ayat ini menetapkan akan ketinggian Allah dan bahwasannya Allah berada diatas. Karena Allah mengatakan “menurunkan”. Sedangkan turun, tidak mungkin kecuali berasal dari atas ke bawah.

Mudah menetapkan Allah berada di atas kalau kita meyakini Allah tidak serupa dengan makhlukNya. Tapi kalau kita serupakan Allah dengan makhluknya lalu setelah itu kita katakan tidak mungkin Allah berada di atas, karena kalau Allah berada di atas maka Allah butuh tempat. Ini adalah konsekuensi jika kita menyerupakan Allah dengan makhlukNya. Adapun jika Allah tidak serupa dengan makhlunya, maka tidak akan ada konsekuensi seperti itu. Allah tidak butuh tempat, Allah tidak butuh arah, yang jelas Allah berada di atas sesuai dengan keagungannya. Allah tidak serupa dengan apapun dan Allah maha mendengar lagi maha melihat. Artinya mendengarnya Allah dan melihatnya Allah tidak serupa dengan mendengar dan melihatnya makhluk.

Ketiga, Allah mensifati Al-Qur’an bahwa Al-Qur’an adalah ayat-ayat  بَيِّنَاتٍ (jelas). Lalu bagaimana dengan firman Allah:

…نْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ ۖ …

“..Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat...” (QS. Ali-Imran[3]: 7)

Terjadi ikhtilaf diantara para ulama tentang makna ayat mutasyabihaat. Sebagian ulama mengatakan bahwa makna ayat mutasyabihaat adalah ayat-ayat yang tidak mengetahui maknanya kecuali Allah. Seperti bagaimana hakikat sifat Allah. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Cara Allah bersemanyam di atas Arsy, hanya Allah lah yang tahu. Tidak boleh kita mengatakan duduk, bersilah atau yang lainnya. Bentuk tangan Allah, maka hanya Allah lah yang mengetahuinya.

Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa ayat mutasyabihaat itu merupakan sesuatu yang sifatnya samar. Dan ini relatif sesuai dengan tingkatan keilmuan. Ada ayat yang samar bagi sebagian orang namun untuk sebagian orang lain tidak samar. Ada ayat yang tidak sambar bagi orang yang memahami bahasa arab namun samar bagi orang yang tidak memahami bahasa arab. Ada ayat yang bagi ulama tidak samar namun bagi orang awam merupakan ayat yang samar. Inilah penafsiran sebagian ulama seperti Ibnu Abbas dan yang lainnya. Oleh karena itu, ayat-ayat Al-Qur’an itu sebenarnya adalah ayat-ayat yang jelas. Namun membutuhkan kepada hati yang betul-betul bening untuk memahaminya.

 Adapun hati tidak suka kepada Al-Qur’an atau hati itu kotor kemudian ia mengambil ayat-ayat mutasyabihaat untuk dipukulkan antara satu sama lainnya, maka yang seperti ini makna Al-Qur’an tidak akan menjadi jelas.


Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Kategori
Ustadz Abu Yahya Badrusalam
Label
kajian islam, kajian sunnah, kajian salaf, ceramah singkat, rodjatv, radio rodja, al baqarah, tafsir quran, abu yahya badrusalam, kajian, tafsir al quran

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar