RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tafsir Surat Al-Qalam (Bagian ke-1) – Tafsir Juz 29 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Yahya Badrusalam
559 Dilihat

Deskripsi

Alhamdulillah dapat kita lanjutkan kembali pelajaran Tafsir Juz 29 dengan kitab Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim, di mana sebelumnya telah menyelesaikan Tafsir Surat Al-Mulk. Ceramah ini disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Selasa malam, 10 Rabi'ul Akhir 1437 / 19 Januari 2016, pukul 18:00-19:00 WIB di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor. Mari kita simak dengan seksama “Tafsir Surat Al-Qalam (Bagian ke-1)” dan ambil faedah-faedah darinya.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Tafsir Surat Al-Qalam (Bagian ke-1)
Tafsir Surat Al-Qalam

ن ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ ﴿القلم : ١﴾
“Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, ” (QS Al-Qalam [68]: 1)

Apa makna nun?
Terjadi ikhtilaf para ulama di dalam masalah ini, namun pendapat yang paling kuat dan di-rajih-kan oleh banyak mufassirin, di antaranya Ibnu Katsir, Abu Ja’far Ath-Thabari, dan lainnya, bahwa itu adalah perkara yang Allah tidak beritahukan makna-maknanya karena memang tidak ada dalilnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang dimaksud dengan “الم“, “الر“, “طسم“, “يس“, dan “ن“? Itu tidak ada satu pun riwayat yang shahih yang berasa dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang makna-maknanya, walaupun memang sebagian ahli tafsir ada yang menafsirkan tapi tidak ada dalil sama sekali. Maka dari itu, kata Ibnu Katsir, “yang dzahir / yang kuat wallahu a’lam -hanyalah Allah yang Maha Tahu.”

Namun Al-Imam Ibnul Qayyim dalam kitab Al-Fawaid memberikan sebuah faedah, kata beliau bahwa penyebutan huruf-huruf ini pun juga sebetulnya pasti ada hikmah-hikmah yang agung, di mana penyebutan huruf ini tiada lain untuk memberikan mukjizat. Artinya, orang-orang musyrikin Quraisy untuk menyusun huruf-huruf ini saja (alif lam mim, dst) tidak mampu. Susunan huruf ini saja mereka tidak mampu, bagaimana hendak menyusun sebuah ayat?

Lalu bagaimana kelanjutan pelajaran Tafsir Surat Al-Qalam? Mari kita simak video ceramah agama ini.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=18396
Rodja.TV: http://rodja.tv/2465

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS