RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tafsir Surat Nuh (Bagian ke-4) dan Surat Al-Jin (Mukadimah) - (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Yahya Badrusalam
118 Dilihat

Deskripsi

Lanjutan ceramah agama dari kajian tafsir Al-Qur'an, Juz 29 alhamdulillah dapat kita simak kembali, di mana telah sampai kepada "Tafsir Surat Nuh (Bagian ke-4) dan Surat Al-Jin (Mukadimah)". Ceramah ini disampaikan pada Selasa malam, 22 Syawwal 1437 / 26 Juli 2016, pukul 18:00-19:00 WIB di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Tafsir Surat Nuh (Bagian ke-4) dan Surat Al-Jin (Mukadimah)
Tafsir Surat Nuh

Kita kemarin telah menyebutkan tentang kisah Nabi Nuh bersama kaumnya, di mana kaumnya berusaha bermakar dengan makar yang besar untuk mencelakakan Nabi Nuh ‘alaihish shalatu was salam. Dan mereka tetep keukeuh dengan penyembahan mereka kepada patung-patung mereka itu.

Allah berfirman:

وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا ﴿نوح : ٢٣﴾
“Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq, dan nasr.”” (QS Nuh [71]: 23)

Wadd, sebagian ulama mengatakan adalah nama lain dari Nabi Syits, di mana ia adalah orang shalih. Demikian pula suwwa’, yaghuts, ya’uq, dan Nasr ini (adalah) orang-orang yang shalih sewaktu hidupnya yang mereka sangat dicintai oleh kaumnya karena akhlaknya dan kesholehannya.

Ketika mereka meninggal dunia, kaumnya merasa terpukul, lalu iblis pun datang kepada mereka dan berkata, “Bagaimana kalau aku gambarkan untuk kalian gambar Wadd, Suwwa’, Yaghuts agar kalian senantiasa mengenangnya.” Kata mereka, “Baiklah.” Kemudian dibikin lagi patung / monumen yang kemudian lama-kelamaan disembah selain Allah Subhaanhu wa Ta’ala.

Dan 5 patung ini yang merupakan patung orang-orang shalih itu menjadi warisan turun-temurun sampai kepada kaum Arab, di mana Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

صارت الأوثان التي كانت في قوم نوح في العرب بعد : أما ود : فكانت لكلب بدومة الجندل ; وأما [ ص: 235 ] سواع : فكانت لهذيل ، وأما يغوث فكانت لمراد ، ثم لبني غطيف بالجرف عند سبأ ، أما يعوق : فكانت لهمدان ، وأما نسر : فكانت لحمير لآل ذي كلاع ، وهي أسماء رجال صالحين من قوم نوح عليه السلام ، فلما هلكوا أوحى الشيطان إلى قومهم أن انصبوا إلى مجالسهم التي كانوا يجلسون فيها أنصابا وسموها بأسمائهم ، ففعلوا ، فلم تعبد حتى إذا هلك أولئك وتنسخ العلم عبدت

Tafsir Surat Al-Jin dimulai dari menit dan detik ke-32:26.

Mari kita selesaikan menyimak kajian Tafsir Surat Nuh yang kemudian dilanjutkan kepada mukadimah Tafsir Surat Al-Jin.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=21835
Rodja.TV: http://rodja.tv/3102

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS