RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tauhid Jalan Keselamatan Dunia & Akhirat l Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Video Unggulan

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas Aqidah
667 Dilihat

Deskripsi

Tauhid Jalan Keselamatan adalah Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas. Tabligh akbar bersama Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas ini diselenggarakan di Masjid Pondok Mutiara, Perumahan Pondok Mutiara – Sidoarjo pada Ahad, 26 Shofar 1440 H / 4 November 2018.

Tauhid merupakan jalan keselamatan. Jadi kalau kita ingin selamat, ingin bahagia, tidak ada jalan lain kecuali dengan mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala. Para ulama menjelaskan tauhid siang dan malam. Karena dakwah yang paling utama untuk kita dakwahkan adalah tauhid. Bukan yang lain. Tauhid merupakan jalan selamat. Tidak ada kebahagiaan bagi hati kecuali dengan mengikuti tauhid ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan bahwa hati manusia tidak akan bahagia kecuali dia beribadah hanya kepada Allah.

Dakwah tauhid ini harus diulangi ribuan kali. Agar umat faham tentang tauhid. Karena tegaknya langit dan bumi adalah dengan tauhid. Perbedaan antara orang kafir dengan orang muslim adalah dengan tauhid. Orang bisa masuk surga dengan tauhid. Ditegakkannya timbangan dihari kiamat adalah dengan tauhid. Manusia dimasukkan di surga dan neraka adalah dengan tauhid ini. Maka tauhid ini merupakan jalan keselamatan. Jika kita ingin selamat dunia akhirat, maka kita harus mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala.

Para Nabi dan Rasul sudah melaksanakan dakwah tauhid ini. Tinggal kita, pengikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalau kita betul-betul mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, mencintai Allah subhanahu wa ta’ala, maka para da’i harus memulai dakwahnya dengan tauhid. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّـهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى اللَّـهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ ﴿٣٦﴾
“(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat) seperti Aku mengutus kamu kepada mereka (untuk) artinya untuk menyerukan (‘Sembahlah Allah) esakanlah Dia (dan jauhilah thaghut,’) berhala-berhala itu janganlah kalian sembah (maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah) lalu ia beriman (dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti) telah ditentukan (kesesatan baginya) menurut ilmu Allah, sehingga ia tidak beriman. (Maka berjalanlah kalian) hai orang-orang kafir Mekah (di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan) rasul-rasul mereka, yakni kebinasaan yang akan mereka alami nanti.” (QS. An-Nahl[16]: 36).
Disini Allah menjelaskan tentang dua rukun dalam dakwah. Rukun yang pertama adalah mentauhidkan Allah. Rukun yang kedua adalah menjauhkan thaghut. Thaghut adalah apa-apa yang disembah selain Allah. Para ulama mengatakan bahwa setiap dakwah yang tidak berporos pada dua prinsip ini, maka dakwah ini menyimpang dari para jalannya para Rasul ‘alaihimush shalatu was salam. Dan dakwah yang tidak dimulai dengan tauhid, dakwah itu tidak akan ada buahnya.
selamat menyimak semoga bermanfaat.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS