RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tauhid Jalan Menuju Surga l Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Video Unggulan

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas
583 Dilihat

Deskripsi

Tauhid Jalan Menuju Surga adalah Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas. Tabligh akbar bersama Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas ini diselenggarakan di Masjid An-Nur, Jl. Diponegoro Sanglah, Denpasar pada Sabtu, 22 Jumadal Akhiroh 1439 H / 11 Maret 2018 M.
Kita wajib bersyukur kepada Allah dan syukur harus diwujudkan dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhkan larangan-laranganNya. Pangkal dari syukur adalah tauhid kepada Allah. Dijelaskan oleh Imam Ibnu Qayyim didalam kitab Ad-Daa wa Ad-Da Waa, beliau berkata, “Pangkal Syukur itu adalah tauhid”.

Jadi, ketika seseorang mengatakan dia bersyukur kepada Allah, ketika Allah memerintahkan untuk bersyukur kepada Allah, itu mantauhidkan Allah. Maka dijelaskan oleh sebagian mufassirin, ketika mentafsirkan ayat dalam surat Ibrahim, surat yang ke-14 ayat ke-7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ ﴿٧﴾
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.” (QS. Ibrahim[14]: 7)

Dikatakan oleh sebagiaan mufassirin bahwa maksud “seandainnya kamu bersyukur,” adalah dengan mentauhidkan Allah dan melaksanakan perintahNya serta menjauhkan maksiat.

Manusia secara umum, mereka tidak bersyukur kepada Allah dan mereka dzolim. Allah menyebutkan juga dalam surat Ibrahim pada ayat yang ke-34:

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّـهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ ﴿٣٤﴾
“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim[14]: 34)

Kebayakan manusia dzolim kepada dirinya, dzolim kepada Allah dengan berbuat syirik dan dzolim kepada orang lain. Demikianlah umumnya manusia. Allah juga menyebutkan dalam ayat yang lain.

…إِنَّ اللَّـهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ ﴿٢٤٣﴾
“...Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (QS. Al-Baqoroh[2]: 243)

Maka dari itu kita bersyukur dengan mentauhidkan Allah, menjauhi syirik, melaksanakan ketaatan-ketaatan kepada Allah, menjaukan maksiat, selalu menuntut ilmu syar’i, kemudian kita melakukan amal-amal shalih.

Dengan belajar, kita tahu bagaimana kita mentauhidkan Allah sehingga hilang kedzaliman. Karena kedzaliman yang paling dzalim dimuka bumi adalah syirik. Sebagaimana wasiat Luqman kepada anaknya:

…يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّـهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿١٣﴾
“…“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Luqman[31]: 13)

Maka perlu bagi kita belajar untuk mengetahui yang mana tauhid dan yang mana syirik. Dengan belajar kita akan tahu mana sunnah dan yang mana bid’ah. Dengan belajar kita akan tahu yang mana jalan ketaatan dan juga mana jalan maksiat. Dengan kita belajar kita akan tahu mana da’i yang mengajak kepada jalan kebenaran dan mana da’i yang mengajak manusia ke jurang neraka jahannam.
selamat menyimak pemaparan selanjutnya semoga bermanfaat.
Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=
Rodja.TV: http://rodja.tv/

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS