Untaian Mutiara Nasihat: Telaga Rasulullah ﷺ l Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Ditambahkan oleh admin
51 Dilihat
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda diriwayatkan Imam Bukhari. Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
إِنَّ قَدْرَ حَوْضِي كَمَا بَيْنَ أَيْلَةَ وَصَنْعَاءَ مِنْ الْيَمَنِ وَإِنَّ فِيهِ مِنْ الْأَبَارِيقِ كَعَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ

“Luas telagaku bagaikan antara Ailah dan Shan’a di Yaman, dan berisikan kendi-kendi yang jumlahnya bagaikan jumlah bintang di langit.” (HR. Bukhari)
Kita mengetahui bahwa tidak seorangpun yang mengetahui berapa jumlah bintang yang ada di langit, sungguh sangat banyak sekali. Kemudian juga dengan hadits yang lain Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan:

لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِي الْحَوْضَ حَتَّى عَرَفْتُهُمْ اخْتُلِجُوا دُونِي فَأَقُولُ أَصْحَابِي فَيَقُولُ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

“Ada beberapa orang sahabatku menuju telagaku, hingga di waktu selanjutnya aku tahu bahwa mereka disingkirkan dariku sehingga aku berteriak-teriak; ‘(mereka) sahabatku!, ‘maka Allah menjawab; ‘Engkau tidak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu'” (HR. Bukhari)

Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa niscaya nanti akan datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di telaga beliau orang-orang yang mereka kenal dari kalangan Sahabatnya. Akan tetapi tiba-tiba mereka diusir dari telaga tersebut. Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, “Sahabat-sahabatku!” karena Nabi mengenal mereka. Lalu dikatakan bahwa “Engkau tidak tahu apa yang telah mereka ada-adakan dalam urusan agama ini sepeninggalmu.”

Hadits ini menjelaskan bahwa telaga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam benar adanya, kemudian nanti akan ada orang-orang yang diusir dari telaga tersebut yang mereka dikenal oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Akan tetapi para ulama menjelaskan yang dimaksud أَصْحَابِي adalah orang-orang yang hidup di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan tetapi keislamannya dinodai atau tercampur dengan kemunafikan. Secara dzahirnya, Nabi mengenal mereka. Akan tetapi mereka pada hakekatnya tidaklah beriman karena munafiq. Hanya penampilan mereka di hadapan Nabi bersama para Sahabat mengucapkan Laa ilaha illallah dan ternyata mereka orang-orang munafik.
Kategori
Ceramah Agama Islam Ustadz Abu Yahya Badrusalam
Label
dakwah islam, kajian sunnah, ceramah pendek, kajian islam, kajian pendek, kajian agama islam, kajian, dakwah tauhid

Tulis Pesan Antum

Silakan Sign in atau daftar untuk memberikan komentar.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar