RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Harta Gono-gini - Kacamata Islam

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Maududi Abdullah
24 Dilihat

Deskripsi

Harta Gono-gini - Kacamata Islam

Islam merupakan agama yang mengatur segala sisi kehidupan manusia. Segala hal yang berkaitan dengan kebaikan dan keburukan manusia, semua sudah ada aturannya dalam Islam. Di antara masalah yang sangat diperhatikan aturannya dalam Islam adalah harta yang dimiliki oleh suami dan istri di dalam keluarga. Pembahasan mengenai harta di dalam keluarga ini memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberlangsungan suatu keluarga. Oleh karena itu, Islam memiliki pembahasan khusus mengenai hal tersebut. Lalu seperti apa Islam mengatur harta suami dan istri dalam suatu rumah tangga?

Islam menetapkan bahwasanya tanggung jawab menafkahi keluarga ada di pihak laki-laki, yaitu suami sebagai kepala rumah tangga. Adapun wanita yang posisinya sebagai istri, maka dia tidak memiliki kewajiban sedikit pun untuk memberikan nafkah terhadap keluarganya walaupun dia memiliki harga atau penghasilannya sendiri.

Namun sebagian orang bertanya, bagaimana apabila seorang istri tidak memiliki penghasilan karena dia hanya seorang ibu rumah tangga, dari mana dia memiliki harta?

وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّهُنَّ وَلَدٌ ۚ فَإِن كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ ۚ مِن بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۚ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِن لَّمْ يَكُن لَّكُمْ وَلَدٌ ۚ فَإِن كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُم ۚ مِّن بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ وَإِن كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا السُّدُسُ ۚ فَإِن كَانُوا أَكْثَرَ مِن ذَٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ ۚ مِن بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَىٰ بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ ۚ وَصِيَّةً مِّنَ اللَّـهِ ۗ وَاللَّـهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ ﴿النساء : ١٢﴾
"Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika istri-istrimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar utang-utangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun." (QS An-Nisa' [4]: 12)

Narasumber:
Ustadz Maududi Abdullah, Lc.

http://rodja.tv/6800

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS