RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Hak dalam Islam: Hak-Hak Islam (Bagian ke-2) - (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi
28 Dilihat

Deskripsi

Ceramah berikut merupakan lanjutan dari bahasan "Hak-Hak Islam (Bagian ke-1)" yang telah disampaikan pada pekan sebelumnya. Kajian kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin malam, 23 Rajab 1436 / 11 Mei 2015, pukul 18:00-19:00 WIB di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor. Silakan simak “Hak-Hak Islam (Bagian ke-2)“.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam
Hak-Hak Islam (Bagian ke-2)
Pada kesempatan yang mulia ini, kita akan melanjutkan pembahasan kita dari pelajaran yang ke-16, masih berbicara tentang Hak Islam. Pada pertemuan yang lalu, kita telah berbicara tentang makna Islam, kemudian kita sudah memasuki hak yang pertama dari hak Islam, hak din kita, hak agama kita yang kita cintai.

Hak Islam
1. Memahami Islam dengan Pemahaman yang Shahih
Hak yang pertama adalah kita hendaknya memahami Islam ini dengan pembahaman yang shahih, pemahaman yang benar.

Pertanyaannya, dari mana kita mengambil agama kita ini?
Jawabannya adalah dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam.

Kemudian pertanyaan yang berikutnya, bagaimana kita memahami agama kita yang kita ambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah?
Jawabannya adalah kita memahami din kita dengan pemahaman para salafush shalih, pemahaman para sahabat Rasul shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam. Kita memahami din kita tidak seperti pemahaman Rafidhah. Dan kita tidak memahami din kita seperti pemahaman Khawarij. Dan kita memahami din kita tidak seperti apa yang dipahami oleh kaum Mu’tazilah yang hanya mengedepankan akal / ra’yu kemudian membuang Al-Qur’an dan Sunnah di belakang mereka.

Ada sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits yang shahih, diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lainnya.

ستأتي على الناس سنون خداعة يصدق فيها الكاذب يكذب فيها الصادق يؤتمن فيها الخائن يخون فيها الأمين ينطق فيها الرويبضة قيل وما الرويبضة يا رسول الله قال السفيه يتكلم في أمر العامة
“”Akan datang pada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Pendusta dibenarkan. Yang benar didustakan. Pengkhianat dipercaya. Orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan di masa tersebut ruwaibidhah berbicara.” Dikatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa itu yang dimaksud dengan ruwaibidhah?” Rasul menjawab, “Ruwaibidhah adalah orang yang bodoh berbicara tentang perkara manusia secara umum.””

Oleh karena itu, hadits yang mulia ini mengingatkan kita untuk kembali ke ulama yang punya ilmu, ulama Rabbaniyyin, agar kita tidak tersesat. Banyak ruwaibidhah, apalagi di dalam dunia maya lebih banyak ruwaibidhah.

Mari simak lebih lanjut tentang hak-hak Islam melalui video ceramah ini.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=13625
Rodja.TV: http://rodja.tv/2306

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS