RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tafsir Surat Al-A'la (Bagian ke-1) - (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Yahya Badrusalam
36 Dilihat

Deskripsi

Video ceramah seri Tafsir Juz 'Amma ini adalah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam pada Selasa malam, 26 Syawwal 1436 / 11 Agustus 2015, pukul 18:10-19:10 WIB di Masjid Al-Barkah dan live di Rodja TV. Pada pekan sebelumnya, kita telah menyelesaikan Tafsir Surat Al-Ghasyiyah, kemudian pada kesempatan ilmiah ini, kita akan memulai Tafsir Surat Al-A'la (Bagian ke-1). Silakan simak video ceramah Tafsir Al-Quran yang insya Allah sangat bermanfaat ini.

NB: Mohon maaf, pada ceramah ini memang tidak ada sesi tanya-jawab.

Tafsir Surat Al-A’la (Bagian ke-1)
Tafsir Surat Al-A’la

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى (الأعلى: ١)
“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.” (QS Al-A’la [87]: 1)

Kata “tasbih” (سَبِّحِ) menunjukkan kepada penyucian Allah Subhanahu wa Ta’ala dari semua kekurangan-kekurangan dan aib. Dan ucapan “subhanallah” adalah ucapan yang sangat berat. Maka dari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآنِ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
“Ucapan “subhanallah” dan “alhamdulillah” itu bisa memenuhi apa yang ada di langit dan bumi.”

Oleh karena itu, ketika kita mengucapkan “subhanallah“, artinya kita menyucikan Allah dari segala macam kekurangan, dari segala macam hal-hal yang tidak layak bagi Allah.

Maka dari itu di dalam Al-Qur’an, kata-kata “subhanallah” digunakan dalam rangka menepis keyakinan keyakinan orang-orang yang meyakini Allah memiliki sifat-sifat yang kurang.

Contoh, orang-orang Nasrani yang meyakini bahwa Allah mempunyai anak.

وَقَالُواْ اتَّخَذَ اللّهُ وَلَداً سُبْحَانَهُ بَل لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ … (البقرة: ١١٦)

“Mereka (orang-orang kafir) berkata, “Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah;” (QS Al-Baqarah [2]: 116)

تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ … (مريم: ٩٠)

“Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, …” (Maryam [19]: 90)

“Subhanallah” mempunyai arti menyucikan Allah dari sesuatu yang tidak layak bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah berfirman juga:

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ . وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ . وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (الصافات: ١٨٠-١٨٢)

“Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan (orang-orang Musyrikin menyifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak; maka Allah menyucikan dirinya dari segala macam sifat-sifat yang tidak layak). Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul (karena mereka menyifati Allah dengan sifat-sifat yang layak). Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.” (QS Ash-Shaffat [37]: 180-182)

Ayo simak video ceramah Tafsir Surat Al-A'la ini sekarang juga.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=15411
Rodja.TV: http://rodja.tv/1156

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS