RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Tafsir Surat Al-Mulk (Bagian ke-2) - (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Yahya Badrusalam
34 Dilihat

Deskripsi

Silakan simak lanjutan seri pembahasan Tafsir Juz 29, di mana kini mempelajari tentang “Tafsir Surat Al-Mulk (Bagian ke-2)“. Pelajaran tafsirnya diambil dari kitab tafsir kenamaan yang akrab disebut dengan Tafsir Ibnu Katsir atau Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim. Ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. ini adalah yang diselenggarakan di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor pada Selasa malam, 5 Rabi’ul Awwal 1437 / 15 Desember 2015, pukul 18:00-19:00 WIB dan disiarkan secara langsung oleh Rodja TV.

Tafsir Surat Al-Mulk (Bagian ke-2)
Tafsir Surat Al-Mulk

وَلِلَّذِينَ كَفَرُ‌وا بِرَ‌بِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ‌ ﴿الملك : ٦﴾
“Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS Al-Mulk [67]: 6)

Di sini, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengancam setiap orang-orang yang kafir kepada Allah, bahwa ia akan diberikan adzab dalam neraka Jahannam. Dan itu sesuatu yang merupakan keadilan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah mengadzab seorang hamba tanpa Allah mendzalimi mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala memasukkan orang-orang kafir ke neraka dengan keadilanNya. Tidak seperti yang dipahami oleh sebagian kelompok Jabariyah, yang mengatakan bahwa manusia itu berbuat kekafiran dan maksiat itu dengan takdir Allah. Jadi, orang-orang yang berbuat maksiat itu tidak salah, kata mereka, karena mereka mengikuti takdir (lanjut mereka). Kita katakan, ini sebuah pemahaman yang sangat salah, karena manusia melakukan kemaksiatan itu dengan keinginan dan kehendak dia sendiri. Ketika dia tahu bahwa (hal) ini maksiat tapi masih dilakukan juga, maka ini orang dzalim. Berbeda dengan orang yang tidak tahu (bahwa hal) ini maksiat, belum tegak padanya hujjah, maka orang seperti ini tidak akan diadzab oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sampai ditegakkan padanya hujjah. Maka dari itu, Allah mengatakan:

… وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَ‌سُولًا ﴿الإسراء : ١٥﴾
“… Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul (untuk menegakkan hujjah kepada mereka).” (QS Al-Isra’ [17]: 15)

Orang-orang kafir yang dimaksud ayat ini (Al-Mulk, ayat ke-6) sudah sampai pada mereka hujjah, aka dijelaskan pada ayat berikutnya. Allah berfiman:

إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ‌ ﴿الملك : ٧﴾
“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,” (QS Al-Mulk [67]: 7)

Tafur (“تفور“) artinya “تغلي“, artinya mendidih yang sangat panas. Ketika mereka dllempar ke dalam neraka Jahannam, neraka itu menggelegak saking marahnya mereka kepada orang-orang kafirin, di mana neraka Jahannam mengeluarkan yang sangat menyeramkan sekali dan ia pun bergolak. Anda pernah melihat magma yang bergolak-golak, seperti itulah kiranya, dan tentunya neraka Jahannam lebih panas dari itu.

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ … ﴿الملك : ٨﴾
“Hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. …” (QS Al-Mulk [67]: 8)

Api neraka ini sangat marah dan sangat benci kepada orang kafir, saking marahnya itu hampir-hampir ia terlepas satu sama lainnya.

… كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ‌ ﴿الملك : ٨﴾
“… Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir), penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: “Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?”” (QS Al-Mulk [67]: 8)

Mari kita simak lanjutan pelajaran dari Tafsir Surat Al-Mulk yang sangat bermanfaat ini.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=17833
Rodja.TV: http://rodja.tv/2260

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS