RodjaTV
Ahlan wa sahlan
Login / Daftar

Hak dalam Islam: Hak-Hak Dua Orang yang Berselisih (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Syukron! Berbagi kepada teman antum!

URL

Antum tidak menyukai video ini. Syukron telah berpartisipasi!

Sorry, only registred users can create playlists.
URL


Ditambahkan oleh Admin pada Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi
23 Dilihat

Deskripsi

Ceramah agama ini merupakan lanjutan bahasan dari kajian kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam, buah karya Syaikh Shalih bin Thaha ‘Abdul Wahid hafidzahullah. Pada pembahasan lalu telah disampaikan tentang “Hak-Hak Tetangga“, kemudian pada kesempatan ini kita akan melanjutkan bahasan ilmiahnya kepada “Hak-Hak Dua Orang yang Berselisih“. Ceramah ini adalah yang diselenggarakan di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Cileungsi, Bogor pada Senin malam, 3 Jumadal Akhirah 1436 / 23 Maret 2015, pukul 18:00-19:00 WIB dan disiarkan langsung oleh Rodja TV.

NB: Mohon maaf, tidak ada sesi tanya-jawab pada saat kajian ini berlangsung.

Kitab Tabshiratul Anam bil Huquqi fil Islam
Hak-Hak Dua Orang yang Berselisih

Pada kesempatan yang mulia ini kita akan membahas “Hak Dua Orang yang Berselisih.” Orang-orang yang beriman diikat dengan ikatan yang sangat kokoh. Ikatannya adalah “رابطة الأخوة في الإسلام“, (yaitu) “ikatan persaudaraan dalam Islam“. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang hal ini dalam Surat Al-Hujurat, ayat ke-10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ لَعَلَّكُمْ تُرْ‌حَمُونَ ﴿الحجرات : ١٠﴾
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS Al-Hujurat [49]: 10)

Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan kepada kita bahwa kaum Mukminin itu bersaudara dan diikat dengan persaudaraan. Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam, dan mengaku Muslim, maka dia adalah saudara kita. Dan dia seperti 1 jasad. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim, Rasul yang mulia ‘alaihish shalatu was salam bersabda:

مَثَلُ المؤمنين في تَوَادِّهم وتراحُمهم وتعاطُفهم: مثلُ الجسد، إِذا اشتكى منه عضو: تَدَاعَى له سائرُ الجسد بالسَّهَرِ والحُمِّى

“Perumpamaan kaum Mukminin adalah kata beliau dalam masalah kecintaan dan kasih sayang di antara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka tubuh ini merasakan sakitnya dengan terjaga (tidak bisa tidur) dan terasa demamnya (karena sakit).”

Dalam hadits yang mulia ini, kaum Mukminin itu seperti tubuh yang satu. Dalam hadits yang lain, Rasul yang mulia ‘alaihish shalatu was salam mengibaratkan kaum Mukminin ini seperti bangunan, haditsnya riwayat Bukhari dan Muslim. Rasul bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Orang Mukmin dengan Mukmin yang lainnya seperti ibarat bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.

Ini yang dikabarkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ini adalah yang diinginkan oleh Allah dan RasulNya.

Mari simak penjelasan tentang hak orang yang berselisih melalui video ceramah yang sangat bermanfaat ini.

Rekaman audio: http://www.radiorodja.com/?p=12387
Rodja.TV: http://rodja.tv/1595

Tulis Pesan Antum

Sign in or sign up to post comments.

Komentar

Jadi yang pertama memberikan komentar
RSS